Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Jogja-KoPi|Untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia ke 72, Restaurant Madam Tan Group membuat panganan ketan merah putih dengan panjang belasan meter.

Ketan merah putih ini dibuat khusus dengan angka ukuran mengikuti penanggalan hari kemerdekaan Indonesia. Ketan dibuat dengan ukuran panjang 17 meter, lebar 17 cm, dan tinggi ketan 4,5 cm. Sementara warna ketan merah putih menirukan bendera nasional indonesia.

"Ketan ini kami buat dengan ukuran mengikuti tanggal dan tahun hari Kemerdekaan Republik Indonesia,"ujar Timothius Suhandi, Marketing Komunikasi Madam Tan saat pembukaan acara di Madam Tan Restorante,Grand Aston ,Rabu (16/8).

Timothius menjelaskan landasan pemilihan ketan sendiri karena ketan merupakan salah satu makanan tradisional asli Indonesia. Berat ketan yang digunakan dalam gelaran ini menggunkan bahan ketan seberat 10 hingga 15 kilogram.

Ketan ini diolah dan dicampur dengan pewarna merah alami makanan menggunakan buah Beetroot. Setelah jadi, ketan ini disiram dengan serbuk serundeng.

"Serundeng inilah yang membedakan ketan kita dengan ketan lainnya,isi dari serundeng merupakan campuran kelapa sangrai,kacang,udang dan ikan teri,"ucapnya.

Meski pembuatan ketan ini terlihat melelahkan,namun Chef Andre dari madam tan mengungkapkan proses masaknya tidak memakan waktu lama. Bersama 3 chef lainnya,ia memasak ketan dalam waktu 4 jam atau hanya satu malam.

Ketan ini selanjutnya dibuat untuk perlombaan makan ketan tercepat bertempat di Madam Tan Restorante , Grand Aston Yogyakarta. Perlombaan ini diikuti belasan rekan media, warga umum, serta pelanggan Madam Tan.

Mereka yang menang lomba mendapatkan Voucher Room Pop Hotel Timoho,Voucher Sadis (Saturday Night Safron Resto) serta Voucher dari Madam Tan

Sementara jika terdapat sisa ketan pasca lomba ,madam tan akan memberikan sisa ketan ini ke badan charity untuk dibagikan ke orang-orang yang kurang beruntung dipinggir jalan.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top