Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peneliti UGM Kumpulkan Ragam Sambal dari Seluruh Indonesia

Sleman-KoPi|Tim Peneliti UGM berhasil melakukan penelitian untuk mengindetifikasi  tentang informasi dan resep sambal dari seluruh Indonesia. Diketahui ada 322 macam sambal yang terdiri 257 macam sambal diantranya digunakan untuk masakan dan hidangan. Lalu berbagai jenis sambal itu dikelompokkan lagi menjadi sambal mentah 119 macam dan sambal masak 138 macam.

 

Namun begitu, umumnya bahan utama pembuatan sambal terdiri dari cabai, garam, dan terasi. Dari 257 ragam sambal terdaat 122 variasi bumbu. Adapun bumbu uang paling banyak digunakan adalah sambal bawang merah, bawang putih, gula kelapa, gula dan minyak goreng.

Prof Mudjiati Garjito selalu ketua tim peneliti, menuturkan pendataan sambal ini  digunakan untuk mendata dan menyusun profil sambal khas Indonesia yang nantinya akan segera dibukukan.

“Seluruh data ini akan kami bukukan ,” kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM dalam seminar nasional kuliner citaras pedas ‘Mengungkap Keunikan Kuliner Bercitarasa Pedas” yang dilaksanakan dalam rangka lustrum XI FTP UGM di Balai Pamungkas Yogyakarta, Selasa (8/5).

Dekan FTP UGM Prof. Eni Harmayani menuturkan sambal sudah menjadi identik dengan masakan dari Indonesia. Menurutnya sudah saatnya para pelau usaha kuliner dan pemerintah perlu mendukung agar sambal bisa dikenalkan ke dunia internasional sebagai simbol masakan khas Indonesia.

“Sehingga nantinya sambal menjadi identik dengan Indonesia,” ungkapnya.

Sejarawan UGM Fadly Rahman menuturkan salah satu sensasi yang tidak dapat dipisahkan dari kuliner Indonesia adalah citarasa pedas. Hal ini dibuktikan dari aneka sambal yang bertebaran jenisnya dalam tradisi kuliner lokal.  

“Pedas bukan hanya sekedar rasa namun dapat direfleksikan secara historis sebagai unsur pusaka dalam pembentukan cita rasa kuliner Indonesia,” katanya.

Owner Warung Spesial Sambal (SS), Yoyok Hery Wahyono mengatakan sambal menjadi salah satu ikon bisnis warung kuliner yang sudah digelutinya sejak 15 tahun terakhir. Ia menyebutkan ada 34 resep sambal yang disajikan di warung SS. Dari menu sambal yang ada tersebut menurutntya ia terus melakukan perbaikan agar terus menghasilkan cita rasa pedas sambal yang disukai oleh para pelanggan.

“Dari lima macam sambal yang paling disukai, sambal bawang bisa menghabiskan 1,2 juta porsi per bulannya,” kata alumnus UGM yang menyebutkan warung SS sudah memiliki 84 cabang yang sebagian besar berada di Jawa dan Bali. (Humas UGM/Gusti Grehenson) 

back to top