Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Pemda DIY segera bentuk Lembaga Pengelola Kawasan Malioboro

Jogja-KoPi| Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta segera membentuk Lembaga setingkat provinsi sebagai pengelola kawasan Malioboro.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan(Bappeda) DIY Taviv Agus Rayanto. Taviv pun melihat kawasan Malioboro dimasa mendatang akan menjadi pusat perekonomian dan pariwisata DIY.Namun demikian pembangunan ekonomi serta pariwisata berlangsung lambat.

"Selama ini saya lihat pembangunan di wilayah Malioboro melambat ,dan tidak pernah selesai karena diurusi oleh dua pemerintah. Maka dibutuhkan suatu lembaga setingkat provinsi yang fokus mengurusi dan mensinergikan pembangunan di kawasan ini," ujar Taviv di Kompleks Kantor Gubenur DIY,Senin (7/8).


Oleh karenanya,ia menjelaskan pembentukan lembaga ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan di kawasan Malioboro.ia menambahkan lembaga tersebut dibuat untuk bertugas membuat perencanaan masa depan, mensinergikan dan mendorong percepatan pembangunan.

Sementara lembaga ini direncanakan akan berbentuk seperti Sekretaris bersama (Sekber) pengelolaan sampah Kartomantul yang sudah ada saat ini. Anggotanya terdiri dari perwakilan berbagai macam SKPD kota Yogyakarta dan Pemda DIY.

Taviv mengatakan konsep perencanaan pengembangan dan pembangunan di Kawasan Malioboro akan dibawahi Lembaga ini. Dan pelaksanaan dilapangan dilakukan oleh SKPD yang tergabung didalamnya.

"Isi SKPD nya seperti Dinas Pariwisata, Kebudayaan ,Satpol PP, UPT Malioboro dan Dinas PU,"Ucapnya.

Kedepan ,lembaga ini tidak hanya mengurusi Jalan Malioboro saja. Namun pembangunan dan pengaturan di daerah sekitar jalan Malioboro juga menjadi fokus perhatian.

Seperti pembangunan pedestrian disekitar stasiun tugu ,Kota baru, pengaturan perparkiran di sisi sisi Jalan Malioboro serta pengaturan lalu lintas di Jalan Bhayangkara dan Jalan Mataram di belakang jalan utama Malioboro.

"UPT Malioboro yang sudah ada kemungkinan tetap dipertahankan. Hanya tugasnya lebih ke teknis pengerjaan dilapangan,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Organisasi YB Jarot Budi Harjo mengatakan lembaga ini ditargetkan dibentuk pada akhir 2017. Dan pihaknya saat ini tengah menyusun tugas, wewenang,tanggung jawab serta komunikasi antar SKPD|Syidiq SyaifulArdli

back to top