Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Pelaku klithih di Yogyakarta rata-rata broken home

Jogja-KoPi| Kapolresta Yogyakarta Tommy Wibisono menghimbau kepada semua orang tua agar lebih memperhatikan anaknya yang duduk di bangku sekolah. Menurutnya kasus klitih yang terjadi pada Sabtu (11/3) di Balaikota rata-rata pelaku klitih memiliki latar belakang keluarga yang tak harmonis sehingga orang tua kurang memantau anak mereka.

"Sang Joki, AI, kedua orang tuanya sudah berpisah saat usia sembilan bulan, rata-rata disini pelaku berusia di bawah umur dan broken home," jelas Tommy memberikan keterangan pada pers di Polresta DIY, Selasa (14/3)

Tommy berpesan kepada semua orang tua agar bertindak tegas kepada anaknya. Seperti tidak memberikan kendaraan motor atau mobil jika belum saatnya. Tidak hanya itu,Tommy juga meminta kepada semua orang tua juga tidak memberikan izin untuk keluar malam.

"Mereka padahal masih sekolah, jadi ya tidak boleh pergi malam-malam dan pulang larut sampai jam 2 pagi," tegas Tommy.

Sementara itu, Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri meminta orangtua agar mencegah anak bertindak kriminal. Aturan yang tegas dan perhatian penuh pada anak menjadi kunci mengantisipasi tindak klitih di Yogyakarta.

"Pihak orang tua harus memberikan perhatian penuh ke anajbya,kalo mereka dibawah umur jangan diberikan motor. Dalam mengantisipasi klitih ini perlu ada kerja sama dari semua pihak, kepolisian, keluarga, masyarakat dan banyak lagi," tekan Ahmad Dofiri.

Berkaitan dengan kasus klitih di Yogyakarta sendiri yang mulai mengarah ke tingkat yang mengkhawatirkan, Ahmad Dofiri meminta masyarakat agar tetap tenang. Ahmad beserta kepolisian akan terus menjaga keamanan malam hari dengan mengintesifkan razia dan patroli malam untuk mencegah tindakan kasus klitih.

"Ya masyarakat tidak apa apa menikmati waktu malam Yogyakarta, kita kepolisian akan mengintesifkan kegiatan patroli malam dan razia, kita tidak ingin melarang larang masyarakat dengan aturan larangan jam khusus," pungkas Ahmad Dofiri. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top