Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pelajar dan mahasiswa DIY peringkat satu pengguna narkoba di Indonesia

Pelajar dan mahasiswa DIY peringkat satu pengguna narkoba di Indonesia

Jogja-KoPi|Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Mujiyana mengatakan pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta pengguna narkoba terbesar di Indonesia. Berdasarkan kajian dan survey pada tahun 2014, Yogyakarta masuk peringkat 8 sebagai pengguna narkotika terbanyak di Indonesia.

Namun, pada tahun 2016 setelah dilakukan survey oleh pemerintah pusat dan Unversitas Indonesia, khusus untuk pelajar dan mahasiswa, pengguna narkotika di Yogyakarta menempati peringkat satu.

“Khusus untuk Mahasiswa dan pelajar, Yogyakarta menempati ranking satu sebagai pengguna narkotika terbanyak dan ini hasil perhitungan dari pusat yang dilakukan oleh Unversitas Indonesia,”ujarnya di Kantor BNNP DIY, Kamis (30/3).

Mujiyana menduga bahwa penyebab tingginya pengguna narkotika di Kota Yogyakarta karena Yogykarta merupakan kota pelajar yang jumlah pelajarnya lebih tinggi dibandingkan di kota –kota lain. Sehingga Mujiyana bersama pihak BNNP DIY merasa perlu untuk memutus hubungan antarpengedar dan pelajar Yogyakarta.

Meski Peringkat Yogyakarta tinggi, namun Mujiyana menjelaskan bahwa Yogyakarta tidak memiliki gudang narkotika. Karena berdasarkan dari temuan BNNP DIY, hampir semua narkotika yang diedarkan di Yogyakarta berasal dari luar kota, dipecah oleh distributor dan dikirim oleh Kurir.

Seperti saat pengungkapan narkotika di Bantul pada 19 Maret 2017 tersangka mendapat narkotika dari Ambarawa dan pada 9 Maret 2017 paket ganja dan sabu dikirim lewat JNE dari Medan.

“Tersangka ini mendapat barang dari Ambarawa dan berbentuk paket kecil siap edar dan akan disebar di jalanan. Sementara untuk gudang narkotika semuanya dari luar kota Yogyakarta seperti Solo, Klaten, Salatiga, Temanggung, Purwokerto dan lain-lain,” terangnya.

Mujiyana menambahkan bentuk paket-paket kecil yang dibungkus lewat sedotan kecil seperti pada jenis narkotika Sabu merupakan bentuk narkotika yang paling banyak ditemukan di Jalanan. Sehingga paketan kecil inilah yang paling banyak ditemui di Yogyakarta.

BNNP DIY sendiri akan terus berkoordinasi dengan berbagai lapisan masyarakat dalam memutus rantai pengedar dan jalur narkoba di DIY.


Terkait masuknya narkotika di Yogykarta, Mujiyana memungkas bahwa sampai saat ini pengirim narkotika masih menggunakan jalur darat.


BNNP DIY akan terus menguatkan pengawasan di jalur ini namun tidak menutup kemungkinan BNNP DIY akan mengawasi jalur lain seperti laut dan udara

“Modus operandi masuknya narkotika di Yogyakarta masih memakai jalur darat. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah narkotika masuk lewat jalur laut.

Meski belum ditemukan, kami akan terus berusaha mengantisipasi masuknya lewat jalur laut dengan memberikan pengawasan yang lebih,”pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top