Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PDIP bukan Partai PKI

PDIP bukan Partai PKI

Jogja-KoPi| Bambang Praswanto, Ketua DPD PDIP Yogyakarta, menegaskan PDI Perjuangan bukan bagian dan berafiliasi dengan PKI, Jumat (3/2). Bambang menjelasakan dalam Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga PDIP dijelaskan bahwa PDIP merupakan fusi dari 5 partai politik yang menjadi dasar lahirnya PDIP, yaitu Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Orba, dan IPI.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa azas yang dianut PDIP adalah azas Pancasila yang sesuai dengan UUD 45.

Isu yang dihembuskan bahwa PDIP  merupakan PKI menurutnya adalah sebuah sikap tanpa dasar yang ingin menjatuhkan PDIP.

"Isu yang dihembuskan kalau kami PKI tidak ada dasarnya sama sekali. Dalam Anggaran Dasar kita berazas Pancasila. Isu yg disampaikan sama sekali tidak berdasar, semua kader, pimpinan harus taat pada anggaran dasar dan rumah tangga. Jadi tidak mungkin kalau PKI. Isu ingin menjatuhkan PDIP," jelasnya.

Pancasila yang menjadi azas PDIP merupakan peningkatan cara berpikir dari manifesto komunis dan declaration of independent. Sedangkan manifesto komunis sendiri memiliki kelemahan dengan tidak adanya ketuhanan yang Maha ESA, dan declaration of independent memiliki kelemahan tidak secara tegas menegaskan adanya keadilan sosial.

Namun, Pancasila merupakan sublimasi antara keduanya yang ingin menghilangkan kelemahan tersebut.

Menurut Bambang, isu yang dilontarkan ini merupakan bentuk ketakutan orang-orang atas penerapan Pancasila secara benar.

"lni adalah upaya menjatuhkan PDIP. Mereka terancam kalau Pancasila diterapkan sebetul-betulnya, dibalik mereka adalah orang-orang yang anti dengan Pancasila. Dengan diterapkan nawacita mereka terancam", ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top