Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

PDIP bukan Partai PKI

PDIP bukan Partai PKI

Jogja-KoPi| Bambang Praswanto, Ketua DPD PDIP Yogyakarta, menegaskan PDI Perjuangan bukan bagian dan berafiliasi dengan PKI, Jumat (3/2). Bambang menjelasakan dalam Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga PDIP dijelaskan bahwa PDIP merupakan fusi dari 5 partai politik yang menjadi dasar lahirnya PDIP, yaitu Partai Nasional Indonesia, Partai Katolik, Partai Kristen Indonesia, Partai Orba, dan IPI.

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa azas yang dianut PDIP adalah azas Pancasila yang sesuai dengan UUD 45.

Isu yang dihembuskan bahwa PDIP  merupakan PKI menurutnya adalah sebuah sikap tanpa dasar yang ingin menjatuhkan PDIP.

"Isu yang dihembuskan kalau kami PKI tidak ada dasarnya sama sekali. Dalam Anggaran Dasar kita berazas Pancasila. Isu yg disampaikan sama sekali tidak berdasar, semua kader, pimpinan harus taat pada anggaran dasar dan rumah tangga. Jadi tidak mungkin kalau PKI. Isu ingin menjatuhkan PDIP," jelasnya.

Pancasila yang menjadi azas PDIP merupakan peningkatan cara berpikir dari manifesto komunis dan declaration of independent. Sedangkan manifesto komunis sendiri memiliki kelemahan dengan tidak adanya ketuhanan yang Maha ESA, dan declaration of independent memiliki kelemahan tidak secara tegas menegaskan adanya keadilan sosial.

Namun, Pancasila merupakan sublimasi antara keduanya yang ingin menghilangkan kelemahan tersebut.

Menurut Bambang, isu yang dilontarkan ini merupakan bentuk ketakutan orang-orang atas penerapan Pancasila secara benar.

"lni adalah upaya menjatuhkan PDIP. Mereka terancam kalau Pancasila diterapkan sebetul-betulnya, dibalik mereka adalah orang-orang yang anti dengan Pancasila. Dengan diterapkan nawacita mereka terancam", ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top