Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

Sleman-KoPi|Koalisi Masyarakat Peduli Madrasah(KMPM)Pengurus Cabang Nadlatul Ulama (PCNU) Sleman bersama puluhan organisasi cabang NU, PMII,Banser ,Pagar Nusa gelar aksi penolakan Full Day School (FDS) di depan Kantor Bupati Sleman,Selasa (15/8).

Aksi yang diikuti 300an anggota cabang NU,Siswa madrasah maarif NU,dan gerakan pemuda ansor ini menyatakan menolak dengan tegas Peraturan mendikbud no. 23 tahun 2017 tentang hari sekolah. Menurut KMPM,terbitnya Permen ini nantinya akan membatasi ruang madrasah diniyah di Indonesia.

"Aksi ini menyikapi terbitnya permendikbud yang nantinya akan mempersempit ruang madrasah diniyah,"ujar Abdul Muiz,Ketua lembaga perekonomian PCNU sekaligus Kader Ansor Kab. Sleman.

Madrasah diniyah yang memberlakukan jam pelajaran agama dari pukul 2 siang hingga setengah 5 sore ini dipastikan akan hilang jika Permendikbud berlaku. Padahal ,Jelas Muiz, Madrasah Diniyah ini merupakan sekolah yang melahirkan pemimpin besar seperti KH. Hasyim Anshari dan KH Ahmad Dahlan.

"Madrasah diniyah selama ini sudah mendidik pemimpin besar seperti mbah hasyim ansari dan mbah ahmad dahlan, dan mereka ini tokoh yang mampu mendidik anak bangsa kita,"ucapnya

Lebih lanjut ia pun mengkhawatirkan nasib jutaan siswa madrasah diniyah yang tidak bisa mengikuti pembelajaran agama karena penerapan FDS. Menurutnya, dari Madrasah inilah,Siswa bisa mendapatkan ilmu agama dan penguatan karakter tanpa perlu berlama-lama belajar di Sekolah.

Mendukung statement Menag beberapa hari lalu, Muiz mengatakan bahwa pembentukan karakter tidak bisa dibentuk lewat lamanya jam belajar dibangku Sekolah. Tak hanya itu, ia juga mengatakan infrastruktur dan guru di Indonesia belum siap memberlakukan 8 jam sekolah.

" Karakter bangsa ini tidak bisa dibentuk lewat bangku sekolah,infrastruktur dan guru kita belum mencukupi,"lanjutnya.

Untuk saat ini presiden Jokowi sudah mengeluarkan peraturan Presiden (Perpres) yang menunjukkan bahwa kebijakan Full day school bersifat optional atau hanya pilihan. Namun demikian , PCNU menolak pula Perpres ini.

Abdul Muiz menjelaskan alasan kekhawatirannya pada sekolah madrasah yang tidak memberlakukan Full day akan mendapat perlakuan berbeda.

"kekhawatirannya adalah pada sekolah yang tidak memberlakukan FDS akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dibandingkan sekolah yang memberlakukan FDS, kami khawatir nantinya akan mempengaruhi kategori penilaian sekolah,"jelasnya

Dalam aksi ini, Pihaknya bersama PCNU meminta kepada Pemerintah Kab. Sleman untuk tidak memberlakukan Permendikbud ke sekolah -sekolah di Sleman. Kepada Presiden, Muiz berharap Presiden segera mencabut permendikbud FDS tersebut untuk menyelamatkan Madrasah Diniyah di Indonesia.

"Kami mohon pada bapak jokowi untuk membatalkan Permendibud,karena yang bisa membatalkan hanya presiden saja. Selama ini madrasah dininyah yang tidak pernah diopeni (diurus) oleh negara, tiba-tiba saja diberangus oleh permendibud, "Pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top