Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Para mantan WTS melantunkan Al Quran

Para mantan WTS melantunkan Al Quran

Kediri-KoPi | Manusia bisa mengubah dirinya. Perubahan itu bisa kedalam bentuk yang lebih baik atau lebih buruk. Semua tergantung pada niat dan pengetahuan yang dipilih. Seperti halnya para WTS (wanita tuna susila) bisa berubah menjadi lebih baik.

Pada 19 April lalu, para wanita harapan (WTS) peserta bimbingan sosial dan keterampilan klien UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila (PSTS) Kediri Angkatan 2016 melakukan upacara pelepasan. Mereka telah menjalani pembinaan selama empat bulan. Hadir pada upacara pelepasan tersebut Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Provinsi Jawa Timur, Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf (FSY).

FSY merasakan suka cita yang terpancar dari parasnya yang tampak berbinar. Menurutnya setiap manusia yang mampu mengubah kondisinya menjadi lebih baik akan mendapatkan manfaat positif. Sebab perubahan lebih baik menciptakan optimisme dalam banyak hal.

"Optimisme merupakan keyakinan bahwa masa depan bisa diciptakan menjadi benderang. Para wanita harapan (WTS, red.) yang menempa diri dengan ilmu agama dan keterampilan dengan optimismenya akan mengambil peranan yang baik dan manfaat untuk diri serta masyarakat," jelas FSY kepada KoPi.

Pada kesempatan itu para mantan wanita harapan melakukan baca Al Quran. Pembacaan yang merdu dan khusuk sangat terasa. Para tamu undangan dan FSY terlihat kagum pada perkembangan para mantan wanita harapan tersebut.

"Mereka hebat. Saya pun cukup yakin bahwa mereka akan mengambil peranan yang baik dalam masyarakat."

Ketua UPT Rehabilitasi Susila Kediri, Dra. Tini Widiati menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan bimbingan kelimuan agama dan keterampilan.

"Peserta belajar tata rias pengantin, tata rias rambut, tata rias busana dan tata boga". 

Kabid Rehsos, Dinas Sosial Provinsi Jatim yang juga hadir menyatakan bahwa para mantan wanita harapan juga memperoleh bantuan modal usaha sebesar dua juta lima ratus rupiah.

"Selain modal uang, para wanita harapan juga mendapatkan bantuan peralatan yang dibutuhkan untuk memulai usaha kecil." | YP | 

 

back to top