Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan

Pakde Karwo : Pendonor Darah adalah Pejuang Kemanusiaan

Surabaya-KoPi| Pendonor yang menyumbangkan darahnya di Palang Merah Indonesia adalah pejuang kemanusiaan. Alasannya para pendonor mengikhlaskan darahnya digunakan orang yang membutuhkan tanpa mengetahui asal usulnya.

Demikian disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat Penganugerahan Piagam Penghargaan dan Lancana Untuk Pendonor Darah Sukarela 75 kali PMI Prov. Jatim oleh Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (3/10).

Menurut Pakde Karwo-sapaan akrab Gubernur Jatim, para pendonor yang telah ribuan kali menolong nyawa orang yang membutuhkan darah menjadi cerita kemanusiaan yang patut mendapatkan apresiasi.  “Mereka meyumbangkan darah tanpa mengharapkan pamrih,” akrabnya.

Sebagai wujud apresiasi Pemerintah kepada para pendonor yang telah 75 kali menyumbangkan darahnya secara rutin, lanjutnya, diberikan penghargaan berupa piagam. Penghargaan diberikan karena dalam satu tahun pendonor mendonorkan darahnya sebanyak 4-5 kali. “Teruslah beramal dalam mendonorkan darah agar bisa dimanfaatkan orang yang membutuhkan” ujarnya saat menyerahkan piagam kepada 501 pendonor darah.

Stok Darah PMI Jatim aman

Ketua PMI Jatim, H. Imam Utomo menjelaskan stok darah yang ada di PMI Jatim aman. Pada tahun 2017 telah terkumpul sekitar 855 ribu kantong darah. Angka tersebut melebihi target  PMI yaitu sebesar 774 ribu kantong darah. Dari jumlah tersebut yang terpakai sebesar 582 kantong darah.”Jumlah tersebut dikarenakan banyaknya kepedulian masyarakat Jatim yang secara sukarela mendonorkan darah. Banyak pendonor yang ketagihan mendonorkan darah, karena membuat badan lebih sehat,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk meningkatkan minat masyarakat Jatim dalam mendonorkan darah, PMI Jatim mulai mengajak anak usia sekolah untuk ikut bagian didalamnya. PMI Jatim berusaha melakukan sosialisasi di SD, SMP dan SMA untuk mulai mau menjadi pendonor darah. Selain itu, setiap HUT  pada tanggal 17 September, PMI memberikan penghargaan kepada penyumbang darah yang sukarela menyumbangkan darahnya secara teratur tanpa pamrih, tulus dan ihklas tanpa melihat suku dan jenis kelamin. (humaspemprovjatim/Tra)

back to top