Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pakde Karwo Minta Bupati Bojonegoro Gerakkan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Pakde Karwo Minta Bupati Bojonegoro Gerakkan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Bojonegoro-KoPi| Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih untuk mampu menggerakkan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Orang nomor satu di jajaran Pemprov. Jatim itu berharap agar produk yang dipasarkan di Kab. Bojonegoro bukan dari produk luar. Melainkan produk dalam daerah berupa UMKM dan hasil pertanian.

Permintaan tersebut disampaikannya saat menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro masa bhakti 2018-2023 dalam agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD Bojonogero di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (29/9).

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Soekarwo itu, sependapat dengan salah satu visi misi Bupati Bojonegoro yang berkeinginan untuk mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Bahkan, jika perlu sebanyak 50 persen produk dari UMKM dan pertanian bisa dimasukkan ke level swalayan atau supermarket di seluruh Kab. Bojonegoro. "Jika itu dilakukan, maka kesejahteraan petani akan meningkat dan potensi dari produk lokal akan tumbuh. Saya minta agar DPRD Bojonegoro menyetujui usulan ini, karena akan memberikan manfaat yang besar bagi perekonomian masyarakat Bojonegoro," imbuhnya.

Pakde Karwo menyebut, jika ekonomi berbasis potensi lokal dilakukan maka fokus selanjutnya yang harus diperkuat adalah agroindustri dan agrobisnis. Usaha itu dilakukan untuk meningkatkan hasil produksinya. Dan Pemkab Bojonegoro harus mampu memfasilitasi pendampingan pelatihan kepada UMKM seperti membuat kemasan produk/packaging.

Sementara itu, Pakde Karwo menyambut baik terhadap visi dan misi atau janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro kepada masyarakat. Pakde Karwo memandang, visi dan misi yang diusung, harus mampu dijalankan dan disampaikan secara tepat dan terukur. "Bupati dan Wakil Bupati harus segera menyusun RPJMD bersama DPRD. Saya minta, juga harus mendengarkan suara masyarakat yang tidak terdengar untuk diakomodir apa yang menjadi keinginannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Pakde Karwo menjelaskan terdapat fokus arahan makro ekonomi di Kab. Bojonegoro yang perlu diperhatikan, diantaranya akselerasi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi melalui pengembangan sektor unggulan berdaya saing tinggi yang terindikasi pada sektor pertambangan dan penggalian. Serta akselerasi pada akses informasi dan komunikasi, administrasi pemerintahan dan pertahanan hingga pemberian jaminan sosial.

"Kesemuanya ini, bermuara pada keadilan dan kemandirian ekonomi yang berdaya saing, bahagia dan berkelanjutan di Kab. Bojonegoro," ungkapnya.  

Terkait dengan besarnya potensi minyak yang ada di Bojonegoro, Pakde Karwo berharap agar Pemkab Bojonegoro mampu mendorong pendirian kantor pusat di Bojonegoro. Keinginan itu disampaikan agar pajak yang dihasilkan, bisa dinikmati oleh daerah penghasil seperti Bojonegoro. "Saya terus berjuang agar PPH badan jangan disetor ke Jakarta tapi bisa dikelola di daerah penghasil," imbuhnya.

Untuk arahan pada bidang sosial, Pakde Karwo berharap angka kemiskinan di Bojonegoro pada 2019 bisa diturunkan yang saat ini berada pada angka 14.34 persen, serta prevalensi stunting dapat turun hingga 19.2 persen.

Selain itu, penyakit seperti tuberculosis dapat diturunkan yang saat ini masih berada pada kisaran 1.785 orang. Sedangkan, orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) juga bisa dituntaskan, yang bedasarkan data September 2018 masih terdapat 35 orang di Bojonegoro hingga penuntasan pasung yang saat ini tinggal 16 orang.

Di akhir paparannya, Pakde Karwo  berharap agar Bupati Bojonegoro beserta jajaranya mampu menjaga harmonisasi pasca pilkada melalui silaturahmi antar semua Forkopimda. Bupati dan wakilnya harus mampu menciptakan suasana kondusif dengan melibatkan semua elemen mulai dari forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan forum-forum kemasyarakatan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro terpilih, Dr. Hj. Anna Muawanah berjanji akan menjalankan program kerja  untuk membangun Bojonegoro ke depan sesuai visi dan misi yang disusun. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan menjadi prioritas karena letak geografis dari Bojonegoro sangatlah luas.

"Saat ini ada sekitar 43 ribu masyarakat yang membutuhkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni dan terdapat 13.500 kepala keluarga yang rumahnya tidak memiliki MCK (Mandi Cuci Kakus) hingga daerah pelosok yang belum teraliri aliran listrik," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Bupati Anna Muawanah, perlu adanya sinergitas antara elemen masyarakat untuk membangun Bojonegoro secara berkelanjutan.

“Kami mengibaratkan memimpin Bojonegoro seperti mengendarai pesawat dimana bupati dan wakilnya menjadi pilot dan ASN yang ada di Bojonegoro menjadi pramugari/pramugari yang melayani masyarakat. Mari kita bangun Bojonegoro mejadi lebih baik serta hilangkan sekat sekat warna maupun politik yang ada. Saya mohon doa restu agar kinerja kami pada lima tahun mendatang bisa tercapai sesuai target yang diharapkan," tutupnya

Pelaksanaan sertijab ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan dari Pj. Bupati Bojonegoro, Dr. Suprianto kepada Bupati Bojonegoro masa jabatan 2018-2023, Dr Hj. Anna Muawanah dilanjutkan penandatanganan oleh Gubernur Jatim. Setelah itu, dilakukan penyerahan memori jabatan dari Pj. Bupati Bojonegoro kepada Bupati Bojonegoro. Usai sertijab, dilanjutkan dengan rapat paripurna istimewa DPRD Kab. Bojonegoro. (Humas Pemprov Jatim / nif)

back to top