Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Otoritas pajak Kulon Progo berencana naikkan NJOP di tahun 2018

Otoritas pajak Kulon Progo berencana naikkan NJOP di tahun 2018

Wates-KoPi|Kabid Pajak Kulon Progo, Marsi mengatakan NJOP khusus Kulon Progo sangat rendah dibandingkan wilayah lainnya di Yogyakarta.

Pasalnya, Marsi menemukan beberapa desa di Kulon Progo tanah dijual dengan harga yang sangat murah. Seperti di Samigaluh dan Kokap tanah di jual dengan harga Rp5.000 per meter. Menurutnya harga tanah terendah sesuai NJOP seharusnya berjumlah Rp20.000 sampai Rp30.000 per meter.

“Mungkin karena daerah tersebut sulit dijangkau dan curam karena didaerah pegununan, harga tanag dijual lima ribu tersebut. Namun tanah tidak didapat dibeli dengan harga itu karena harga tanah minimal 30 ribu permeter,”katanya di Kantor Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kulon Progo, Kamis (13/4).

Sementara efek yang ditimbulkan pajak PBB Kulon Progo menjadi rendah, dan pembangunan daerah menjadi terhambat.
Menurutnya jika jarak antara NJOP dengan harga tanah pasaran terlalu jauh, maka acuan harga tanah ditawarkan oleh penjual tanah dapat menjadi tidak jelas dengan nilai tanah yang di miliki DPPKA.

Marsi juga menjelaskan penyebab NJOP yang rendah adalah tidak adanya pembaharuan tetapan NJOP selama 3 tahun belakangan. NJOP yang di gunakan DPPKA daerah Kulon Progo masih menggunakan rujukan NJOP dari pengelola pajak pemerintah pusat, KPP Pratama dari tahun 2014.

DPPKA sendiri baru melakukan pembaharuan NJOP di 40 desa dari total 87 desa dan 1 kelurahan di Kulon Progo selama 2014-2017. Marsi mengatakan seharusnya pembaharuan ini dilakukan setiap 3 tahun sekali namun sampai tahun 2017 tidak perubahan NJOP yang signifikan di Kulon Progo.

Sebagai langkah antisipasi dari NJOP dan pajak PBB yang dirasa terlalu rendah, pihaknya akan bekerja sama dengan UGM sebagai pihak ketiga untuk menetapkan NJOP 2018 untuk seluruh desa dan kelurahan di Kulon Progo. Marsi berharap lewat pihak ketiga ini, NJOP 2018 dapat memberikan tetapan harga yang sesuai terkait dengan harga tanah.

“Lewat analisis pihak ketiga, setidaknya kita tidak subjektif dalam menetapkan NJOP, nantinya mereka dapat memberikan ketetapan harga yang sesuai dengan letak, lokasi dan posisi tanah," jelasnya.

Setelah mendapat analsis pihaknya akan mengajukan alternatif tersebut ke Bupati Kulon Progo untuk mendapatkan persetujuan apakah NJOP 2018 akan dinaikkan atau tidak.

Namun melihat tidak adanya perkembangan yang menyeluruh selama tiga tahun terakhir, dirinya yakin NJOP akan dinaikkan agar sesuai dengan harga pasar.

Meskipun demikian, untuk beberapa wilayah seperti pegunungan tidak akan mengalami kenaikan yang tinggi karena masih menyesuaikan lokasi.

Meskipun harga tanah sebenarnya disepakati oleh penjual tanah dan pembeli. Tetapi, setidaknya dengan kenaikan NJOP maka DPPKA dapat memberikan acuan nilai tanah yang jelas.Demikian Marsi mengatakan.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top