Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Museum for Healthy Therapy: Gagasan baru untuk museum lebih menarik

Museum for Healthy Therapy: Gagasan baru  untuk museum lebih menarik

Jogja-KoPi| Senin (15/8) tampak kesibukan yang dilakukan salah satu Finalis Duta Museum DIY 2016 Zubaida Rohmawati, S.Kep.Ns di Museum Wayang Kekayon. Banner besar bertuliskan “Museum for Healthy Therapy” terpampang di utara pendopo bagian tengah.

Sekumpulan orang duduk lesehan sambil menikmati beberapa hidangan tradisional. Selain itu, beberapa orang tampak duduk di kursi depan banner sambil berbicara menggunakan microphone.

Kegiatan bertajuk “Talkshow Museum for Healthy Therapy” ini digagas oleh Finalis 30 Besar duta Museum Yogyakarta, Zubaida Rohmawati. “Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka promosi museum sebagai salah satu program kegiatan,” ungkap Zubaida.

Talkshow ini menghadirkan pembicara dari bebeberapa latar belakang ilmu yaitu Dr. dr. Akrom M.Kes dosen UAD, Psikolog Walid Jumalid, S.Si, M.Psi, dr. Tilak Chandra Nath dari World Health Organization (WHO), dan budayawan Mbah Darmo.

“Museum sebagai terapi kesehatan khususnya mental masih belum diketahui banyak orang,” tutur Akrom.

Senada dengan Akrom, salah satu peserta Julia Panfili mahasiswa asal Italia yang sedang melakukan riset budaya di Yogyakarta juga mengungkapkan hal yang serupa, "Banyak masyarakat yang tidak mengetahui hal tersebut, saya juga baru tahu hal tersebut. Oleh karena itu saya tertarik untuk datang," papar Julia.

Menurut Tilak, "Dengan berkunjung ke museum maka wawasan akan bertambah dan otak akan berfikir lebih kritis." Narasumber lain juga menambahkan "Kunjungan museum selama 4 kali akan menyehatkan badan, selain itu kunjungan museum dapat melestarikan budaya," tambah Mbah Darmo.

Selain talkshow, terdapat rangkaian acara lain yang diselenggarakan yaitu, jelajah museum, senam otak, dan bermain puzzle wayang.

“Museum sebagai sarana terapi semoga benar – benar dirasakan melalui jelajah museum, senam otak, dan bermain puzzle wayang” kata Zubaida.

Beberapa pengisi acara juga didatangkan untuk memeriahkan acara, yaitu komedian Yth. Fuad Apasusah dan pertunjukan tari tradisional oleh Penari dari Loka Art Studio.

Hermawan Vendy, mahasiswa Universitas Islam Indonesia yang ikut meramaikan acara, mendukung kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa acara semacam ini memang harus dilakukan, mengingat masyarakat perlu tahu bahwa museum dapat sebagai media terapi kesehatan.

"Saya harap masyarakat dapat tahu bahwa museum dapat digunakan sebagai media terapi, sehingga kunjungan ke museum juga meningkat," ujarnya.

Walid pun berharap setelah kegiatan ini, masih ada kegiatan lain yang dapat menyebarkan informasi tentang museum untuk terapi, "Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, namun kondisi museum juga harus dipersiapkan dengan baik agar tujuan pengunjung untuk terapi benar – benar dapat tercapai," pungkasnya. |Aida|

back to top