Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Mudrik Sangidu menyebut Jokowi memecah belah PPP

sumber foto KoPi/frendayentin sumber foto KoPi/frendayentin

Jogja-KoPi| Mudrik Sangidu, anggota Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PPP Muktamar Jakarta, menyebut Jokowi memecah belah, merusak dan menghancurkan PPP, saat aksi menolak kedua pimpinan PPP Romi dan Djan di Titik Nol Km, Yogyakarta, Jumat (7/4).

Menurutnya PPP rusak dan hancur karena tingkah laku Jokowi yang tidak memiliki jiwa negarawan.

“PPP rusak, PPP dihancurkan karena tingkah laku dari jokowi yang tidak punya jiwa negarawan. PPP bubar, mati saja, habs ini PKS”, jelasnya

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini, umat Islam diinjak-injak dan disepelakan oleh pemerintah. “Ini umat Islam diinjak-injak disepelekan, dituduh makar, ini sudah keterlauan, orientasi politiknya pada Cina, komunis, agama dipisahkan”, tambahnya.

Di sisi lain, Negara Indonesia menurutnya juga sudah rusak. Pemerintah ikut andil dalam merusak, memecah belah dan mengadu domba PPP dan umat islam. Beberapa ulama ditangkap dan para aktivis dituduh makar.

Untuk itu ia mengajak para anggota PPP untuk melakukan revolusi sosial, tidak hanya untuk perubahan PPP tapi juga Indonesia. Sehingga kesengajaan untuk memecah belah, menjilat kekuasaan dan sikap pemerintah untuk melindungi para koruptor dapat dihapuskan.

“Perlu direvolusi sosial bukan hanya untuk perubahan PPP tapi Indonesia karena pemerintah melindungi para koruptor, dan saya berharap PPP DIY dapat menjadi awal dari revolusi ini”, jelas Mudrik.

back to top