Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Jogja-KoPi | Gunung Merapi kembali erupsi dua kali hari ini, Senin (21/5). Letusan pertama terjadi pada pukul 01.25 WIB dan letusan kedua terjadi pada pukul 09.38 WIB. Sementara kedua letusan tersebut masih berjenis sama seperti letusan beberapa waktu lalu, yaitu letusan freaktif.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida pun menjelaskan pada erupsi pertama, hembusan panas terjadi selama 19 menit dengan ketinggian 700 meter. Erupsi kedua, hembusan terjadi selama 6 menit namun dengan ketinggian pribadi 1.200 meter.
 
"Erupsi pertama ini terjadi cukup lama tapi ketinggiannya 700 meter, erupsi kedua berlangsung cukup singkat tapi ketinggiannya melebihi yang pertama," ujar saat ditemui di Kantor BPPTKG.
 
Meski beberapa kali terjadi letusan dalam satu bulan, BPPTKG memastikan bahwa letusan ini sama sekali bukan penanda adanya letusan besar. Namun demikian ia tidak memungkiri letusan freisitas dapat terjadi. Letusan ini sering terjadi pasca letusan gunung besar, dalam peristiwa Merapi, adalah saat letusan besar 2010.
 
"Biarkan letusan ini bisa terjadi kembali, tapi ini bukan penanda letusan besar. Karena itu, sifatnya bebas adalah memang karakter Merapi setelah mil letusan besar," imbuhnya.
 
Hanik pun menimpali, salah satu penanda memungkinkan letusan besar adalah gempa vulkanik. Erupsi freaktif kali ini terjadi karena gempa tektonik dimana sebagian materialnya berisikan udara jatuh ke magma. Sementara gempa vulkanik yang menjadi peluang letusan besar akibat aktivitas magmatik di dalam Gunung Merapi. 
 
Hanik menerangkan sampai saat ini pihaknya belum mencatatkan kejadian magmatis dan gempa vulkanis. Aktifitas letusan freaktif ini akan berakibat terus terjadi tetapi tidak akan sebesar dari letusan 2010.
 
"Kita lihat saja perkembangan selanjutnya, sampai saat ini kita belum ada prekusor vulkanis pendaftaran erupsi magmatis. Jika emang ada tanda-tanda ini akan kami informasikan lagi. Masyarakat kami harapkan tetap tenang," timpalnya.
 
BPPTKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yogyakarta saat ini menutup jalur pendakian ke Merapi untuk beberapa waktu kedepan. Namun untuk kawasan wisata sisi selatan seperti Kaliurang dan sekitarnya tetap dibuka. Tak lupa saya juga menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker jika tiba-tiba letusan dan terjadi hujan Abu.
 
back to top