Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Merangin jadi percontohan penanganan konflik kehutanan

Merangin jadi percontohan penanganan konflik kehutanan

Merangin-KoPi| Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein didampingi Asisten I Setda Merangin Fajarman, Senin (19/9) membuka acara diskusi penanganan konflik kehutanan di Ballroom Hotel Famili In Bangko.

Dikatakan Wabup pada forum Focus Group Discussion tersebut, Kabupaten Merangin dengan jumlah penduduk sebanyak 365 ribu jiwa, memiliki wilayah paling luas dibandingkan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

‘’Dengan luas wilayah sekitar 769 ribu hektar, Kabupaten Merangin sangat banyak memiliki hutan. Baik itu Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Hutan Lindung, maupun hutan-hutan adat yang dimiliki desa-desa,’’ujar Wabup.

Jumlah desa lanjut wabup sebanyak 205 desa, setiap desanya rata-rata memiliki hutan adat yang dikelola dengan baik. Bahkan tegas wabup ada beberapa desa yang tergabung dalam Marga Serampas, sangat menjaga hutannya.

Marga Serampas terdapat di empat kecamatan, Jangkat Timur, Jangkat, Lembah Masurai dan Muara Siau. Meskipun jumlah penduduk di kawasan itu terus bertambah, namun kepemilikan lahan dibatasi, sehingga hutannya tetap utuh.

‘’Bayangkan untuk hidup sendiri bercocok tanam dengan lahan terbatas itu sangat susah, tapi warga tetap patuh tidak berani menambah lahan perkebunannya dengan menebang hutan. Hutan tetap terjaga dengan baik,’’terang Bupati.

Atas keutuhan hutan itu, kemudian Merangin dinobatkan menjadi kabupaten percontohan penanganan konflik kehutanan di Indonesia. Terkait hal tersebut, wabup terus mengajak warga menjaga dan melesarikan hutan di setiap desanya. |Charles

back to top