Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Merangin jadi percontohan penanganan konflik kehutanan

Merangin jadi percontohan penanganan konflik kehutanan

Merangin-KoPi| Wakil Bupati Merangin H A Khafid Moein didampingi Asisten I Setda Merangin Fajarman, Senin (19/9) membuka acara diskusi penanganan konflik kehutanan di Ballroom Hotel Famili In Bangko.

Dikatakan Wabup pada forum Focus Group Discussion tersebut, Kabupaten Merangin dengan jumlah penduduk sebanyak 365 ribu jiwa, memiliki wilayah paling luas dibandingkan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

‘’Dengan luas wilayah sekitar 769 ribu hektar, Kabupaten Merangin sangat banyak memiliki hutan. Baik itu Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Hutan Lindung, maupun hutan-hutan adat yang dimiliki desa-desa,’’ujar Wabup.

Jumlah desa lanjut wabup sebanyak 205 desa, setiap desanya rata-rata memiliki hutan adat yang dikelola dengan baik. Bahkan tegas wabup ada beberapa desa yang tergabung dalam Marga Serampas, sangat menjaga hutannya.

Marga Serampas terdapat di empat kecamatan, Jangkat Timur, Jangkat, Lembah Masurai dan Muara Siau. Meskipun jumlah penduduk di kawasan itu terus bertambah, namun kepemilikan lahan dibatasi, sehingga hutannya tetap utuh.

‘’Bayangkan untuk hidup sendiri bercocok tanam dengan lahan terbatas itu sangat susah, tapi warga tetap patuh tidak berani menambah lahan perkebunannya dengan menebang hutan. Hutan tetap terjaga dengan baik,’’terang Bupati.

Atas keutuhan hutan itu, kemudian Merangin dinobatkan menjadi kabupaten percontohan penanganan konflik kehutanan di Indonesia. Terkait hal tersebut, wabup terus mengajak warga menjaga dan melesarikan hutan di setiap desanya. |Charles

back to top