Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga gugat UKT, transparansi BOPTN dan BLU

Jogja-KoPi│Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggunggat masalah Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mengalami kenaikan setiap tahun, serta pengalokasian anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) yang tidak jelas dan transparan, Jumat (13/5).

Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Sunan Kalijaga yang semakin meningkat tiap tahunnya serta transparansi anggaran yang tidak jelas baik anggaran dana Badan Layanan Umum (BLU) serta Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), menjadi masalah tersendiri bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas (KBMU) menggugat kenaikan UKT tersebut serta transparansi pengalokasiannya.

UIN Sunan Kalijaga mulai memberlakukan sistem UKT pada tahun 2013, di mana dalam sistem yang pertama ini, semua mahasiswa diratakan UKTnya menjadi 600 ribu dengan uang pangkal Rp, 2.300.000.

“Dalam sistem UKT ini terdapat kesalahan di mana penarikan uang pangkal 2,3 juta ini seharusnya tidak ada. Dulu katanya mau dikembalikan namun hingga sekarang tidak di kembalikan,” jelas Arta Wijaya, Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga saat diwawancarai.

Sedangkan, untuk sistem UKT tahun 2014 dan 2015 telah berbeda lagi. Angkatan 2014 memiliki 3 tingkatan UKT, mulai dari Rp. 400.000-1.450.000, dan kemudian untuk angkatan 2015 terdapat 3 golongan juga dengan nilai tertinggi 3 juta per semester.

Menurut Arta Wijaya sistem ini telah menjerat mahasiswa dan tidak memanusiakan manusia. Permasalah yang digugat oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga tidak hanya masalah ini namun juga masalah transparansi anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembangunan gedung Fakultas Ekonomi Bisnis di Panggug Demokrasi, kaji ulang anggaran LKM dan UKM, serta memberikan perhatian kepada mahasiswa difabel.

“Kita tidak sepakat dengan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam yang menggusur panggung demokrasi, panggung demokrasi merupakan tempat teman-teman berdiskusi dan berkegiatan,” papar Arta Wijaya.

“Kita berharap jangan sampai Panggung Demokrasi di gusur dan pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam dialihkan di dekat lapangan futsal, yang lebih luas,” tambahnya.

Hingga saat ini pihak universitas dan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga masih berembug dan audiensi terkait tuntutan-tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa.

back to top