Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

LPSK RI akan beri perlindungan 34 korban diksar Mapala Unisi

LPSK RI akan beri perlindungan 34 korban diksar Mapala Unisi

Sleman-KoPi| Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI akan berikan perlindungan pada 34 Korban Diksar MAPALA UNISI sebagai saksi, Selasa (31/1). Kedatangan LPSK di Universitas Islam Indonesia atas permohonan Rektor UII dan menjadi tanda akan diberikannya perlindungan kepada 34 korban yang menjadi saksi.

 

"Rektor UII mengajukan permohonan ke LPSK RI untuk 34 orang mahasiswa yang berstatus sebagai saksi, 34 orang ini nantinya diharapkan menjadi saksi proses hukum yg berjalan," jelas Askari Razak, Wakil Ketua LPSK RI.

Namun hingga saat ini, LPSK sendiri masih dalam proses melakukan investigasi dan assessment kepada calon atau pemohon sebagai syarat diberikannya permohonan perlindungan pada korban.

"Setelah semua hasil investigasi secara formalities memenuhi syarat, makasih permohonan itu tidak ada alasan untuk diberikannya. Namun, jika ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi, makasih nanti akan kami komunikasikan sehingga tetap ada perlindungan dari LPSK," jelas Askari Razak.

LPSK selama dua hari ini berusaha mengumpulkan informasi baik dari kepolisian, rumah sakit, ataupun UII sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan perlindungan pada 34 korban.

"Jarak antara formasi penyusunan sampai pengeluaran risalah itu maksimal 30 hari. Kalau bisa satu minggu, kenapa harus lama," kata Askari Razak.

Sementara itu dalam memberikan perlindungan LPSK tidak hanya memberikan perlindungan secara fisik, namun juga memberikan hak-hak dan kewajiban pemohon sesuai dengan perundang-undangan. Azkari Razak menjelaskan bahwa LPSK memberikan rasa aman Dan nyaman bagi sanksi.

"Ada berbagai macam bentuk perlindungan, ada perlindungan fisik, pendampingan saat di kepolisian hingga saat proses hukum pengawas, perlindungan hukum dalam procedural, serta bantuan psikologis saat korban mengalami traumatik", tambahnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top