Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Lima PNS masuk dalam tim TPTGR Yogyakarta

Lima PNS masuk dalam tim TPTGR Yogyakarta

Jogja-KoPi| Pemerintah Wali Kota Yogyakarta melantik 5 Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah Kota Yogyakarta tahun 2017.

Kelima PNS tersebut Dra. Rr. Titik Sulastri, Drs. Wahyu Widayat, MSc., MM, Drs. Kadri Renggono, MSI, Drs Maryoto, MM, dan Basuki Hari Saksono, SH. Kelima PNS tersebut dilantik oleh Pejabat Walikota, Sulistyo di Ruang Yudistira, Balai Kota, Senin (27/3).

Dalam sambutannya, Sulistyo menyampaikan bahwa kerja dari tim Tuntutan Perbendaharaan dan Ganti Rugi (TPTGR) dirasa sangat berat karena tim tersebut harus mengecek dan menindak antar sesama anggota PNS. Yang selanjutnya TPTGR akan menindak antar sesama PNS yang terbukti melakukan kegiatan yang merugikan keuangan daerah.

"Nantinya TPTGR akan menindak pihak yang terbukti melakukan perbuatan pelanggaran, merusak inventaris, menipu,dan lain sebagainya yang merugikan keuangan daerah," jelasnya saat mengisi sambutan, Senin (27/2)

Berdasarkan Surat Keputusan Walikota nomor 136 tahun 2017, tugas dari TPTGR adalah memberikan pendapat dan pertimbangan kepada Walikota Yogyakarta dalam penyelesaian kerugian daerah.

Meski kerja dari TPTGR terlihat seperti inspektorat daerah, Kadri Renggono, Sekretaris dari TPTGR menjelaskan ada perbedaan di antara dua lembaga tersebut. Inspektorat bekerja dalam mengawasi jika ditemukan kerugian dalam daerah. Inspektorat Daerah akan mengaudit temuan tersebut dan TPTGR terjun dalam menangani kasus tersebut.

"Inspektorat atau BPK akan mengaudit jika ada kerugian daerah, kita yang akan bertugas dalam mengeksekusi temuan tersebut, sehingga eksekusi setelah ada audit."

Kerja dari TPTGR sendiri hanya berlangsung selama satu tahun. Namun Kadri Renggono menekankan dalam waktu satu tahun tersebut, TPTGR akan menindaklanjuti setiap temuan kasus yang ada. Jika dalam waktu satu tahun temuan tidak dapat ditindaklanjuti, maka akan dibuat laporan untuk TPTGR.

"Laporan tersebut akan melanjutkan tindak lanjut dari kasus yang berada pada periode pembentukan TPTGR sebelumnya, sehingga temuan tersebut tidak ditinggalkan begitu saja," jelas Kadri. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top