Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

Jogja-KoPi│ Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan KPU memiliki target pemilih 77,5% untuk mencapai target nasional pada 15 Februari 2017. Hal itu untuk menekan angka golput 22,5%.

Pada tahun 2015, KPU DIY telah mencapai target pemilih sebesar 75% dan hanya turun beberapa persen dari target marjinal 77,5%. Sedangkan, beberapa wilayah di DIY di tahun tersebut berada dikisaran nasional 70-75%.

“Di tahun lalu memang diwilayah Bantul, Gunungkidul, Sleman berada dikisaran 75% dan cukup baik yaitu di Bantul 75%, Gunungkidul 71%, Sleman 72%,” jelas Hamdan Kurniawan, Ketua KPU DIY.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menekan angka golput seperti melakukan banyak sosialisasi pemilu, mengakuratkan data pemilih, hingga sosialisasi kepada difabel. Sosialisasi dilakukan pada kelompok-kelompok marjinal, pemilih pada umumnya, bahkan napi yang berada di lapas serta difabel.

“Kami di tahun 2016 telah melakukan pelatihan proses kepemiluan untuk memilih kader peserta dari KPU kota dan KPU Kulonprogo untuk mensosialisasikan Pilkada di seluruh wilayah DIY dan Kulonprogo”, jelas Hamdan.

Hamdan juga menjelaskan keakuratan data pemilih juga digunakan untuk menekan angka golput. Bercermin dari pilkada kemarin, ditemukan kasus pemilih ganda, pemilih yang sudah pindah, hingga pemilih yang sudah meninggal di beberapa TPS DIY.

KPU sendiri berusaha agar data pemilu menjadi lebih akurat, Up to date, dan komprehensif. Di tahun 2017 ini, KPU dalam keakuratan data pemilih menggunakan E-KTP.
“Pendataan sekarang dengan E-KTP, kemarin kota bersama dengan capil mencoret 724 orang yang sudah dipastikan bukan warga kota atau tidak punya E-KTP,” Jelasnya.

Sedangkan, upaya menggandeng dan mensosialisasikan Pilkada kepada para difabel diharapkan mampu memotivasi penyandang difabel untuk menyalurkan suaranya di Pilkada.

“Sosialisasi juga dilakukan kepada para difabel serta memberikan akses yang mudah bagi difabel dalam menyalurkan suaranya di TPS”, ujar Hamdan Kurniawan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Ketua KPU DIY, Hamdan kurniawan optimis untuk mencapai target 77,5% di pilkada DIY 2017. “Kami optimis dapat mencapai target 77,5% di pilkada tahun ini,” tutupnya. |Syidiq S Ardli|

back to top