Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

Jogja-KoPi│ Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan KPU memiliki target pemilih 77,5% untuk mencapai target nasional pada 15 Februari 2017. Hal itu untuk menekan angka golput 22,5%.

Pada tahun 2015, KPU DIY telah mencapai target pemilih sebesar 75% dan hanya turun beberapa persen dari target marjinal 77,5%. Sedangkan, beberapa wilayah di DIY di tahun tersebut berada dikisaran nasional 70-75%.

“Di tahun lalu memang diwilayah Bantul, Gunungkidul, Sleman berada dikisaran 75% dan cukup baik yaitu di Bantul 75%, Gunungkidul 71%, Sleman 72%,” jelas Hamdan Kurniawan, Ketua KPU DIY.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menekan angka golput seperti melakukan banyak sosialisasi pemilu, mengakuratkan data pemilih, hingga sosialisasi kepada difabel. Sosialisasi dilakukan pada kelompok-kelompok marjinal, pemilih pada umumnya, bahkan napi yang berada di lapas serta difabel.

“Kami di tahun 2016 telah melakukan pelatihan proses kepemiluan untuk memilih kader peserta dari KPU kota dan KPU Kulonprogo untuk mensosialisasikan Pilkada di seluruh wilayah DIY dan Kulonprogo”, jelas Hamdan.

Hamdan juga menjelaskan keakuratan data pemilih juga digunakan untuk menekan angka golput. Bercermin dari pilkada kemarin, ditemukan kasus pemilih ganda, pemilih yang sudah pindah, hingga pemilih yang sudah meninggal di beberapa TPS DIY.

KPU sendiri berusaha agar data pemilu menjadi lebih akurat, Up to date, dan komprehensif. Di tahun 2017 ini, KPU dalam keakuratan data pemilih menggunakan E-KTP.
“Pendataan sekarang dengan E-KTP, kemarin kota bersama dengan capil mencoret 724 orang yang sudah dipastikan bukan warga kota atau tidak punya E-KTP,” Jelasnya.

Sedangkan, upaya menggandeng dan mensosialisasikan Pilkada kepada para difabel diharapkan mampu memotivasi penyandang difabel untuk menyalurkan suaranya di Pilkada.

“Sosialisasi juga dilakukan kepada para difabel serta memberikan akses yang mudah bagi difabel dalam menyalurkan suaranya di TPS”, ujar Hamdan Kurniawan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Ketua KPU DIY, Hamdan kurniawan optimis untuk mencapai target 77,5% di pilkada DIY 2017. “Kami optimis dapat mencapai target 77,5% di pilkada tahun ini,” tutupnya. |Syidiq S Ardli|

back to top