Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kota Yogyakarta mengincar predikat Kota Layak Anak.

Kota Yogyakarta mengincar predikat Kota Layak Anak.

Jogja-KoPi| Pj Wali Kota Sulistyo menekankan kepada Pemda dan semua instansi agar memprioritaskan semua hal yang berkaitan dengan anak-anak dalam persiapan untuk penilaian evaluasi tahunan agar Kota Yogyakarta mendapat predikat kota layak anak.

Prioritas di sini terkait dengan upaya Pemda dengan permasalahan anak-anak, seperti perlindungan anak, pencegahan kekerasan, kematian bayi, dan pernikahan di bawah umur.

"Semua hal yang berkaitan dengan anak,apa yang bisa dan sudah dilakukan di sini seperti upaya dan hal hal seperti kematian bayi dan pernikahan dini. Tujuannya untuk meningkatkan level Kota Yogyakarta dari madya menjadi kota layak anak,"Jelas Sulistyo usai rapat evaluasi kota layak anak, di Balai Kota Yogyakarta,Senin (6/3/17).

Harida dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, menjelaskan ada sekitar 24 indikator yang digunakan dalam penilaian kelembagaan. Salah satu indikator yang menjadi fokus adalah Kesejahteraan dan kesehatan anak. Namun, Harida menyayangkan bentuk penilaian ini masih bersifat kuantitatif bukan kualitatif.

Harida dan pihaknya pun sudah mempersiapkan berbagai data dan bukti terkait dengan verifikasi pendataan. Verifikasi pendataan akan dilaksanakan pada akhir Maret dan April. Harida menambahkan nantinya proses ini akan berakhir pada tanggal 22 Juni ditutup dengan pengumuman kota dengan predikat layak anak.

Okto Noor Arifat juga dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan, menekankan Yogyakarta mempunyai potensi untuk mendapatkan predikat itu. Pasalnya Yogyakarta sendiri sudah didukung dengan berbagai peraturan daerah yang melindungi anak-anak. Salah satu perda yang berperan besar adalah perda tentang larangan merokok di beberapa tempat.

Okto Noor juga menambahkan salah satu permasalahan yang dihadapi kelembagaan saat ini bukanlah upaya melainkan keberanian setiap lembaga untuk menyampaikan inovasi. Menurutnya saat ini kelembagaan sudah memiliki banyak inovasi yang mendukung hak anak dan perlindungan anak namun lembaga seolah malu-malu untuk menyampaikan keberhasilan tersebut.

"Salah satu inovasi adalah menciptakan kampung ramah anak yang sudah berjumlah 170 kampung, lalu ada program gang free day dimana dalam jam tertentu, pada satu gang kendaraan tidak boleh lewat, karena gang tersebut dikhususkan untuk tempat bermain anak,"

Untuk saat ini Kota Yogyakarta masih berada di tingkatan madya seperti Gunungkidul dan Sleman.Sulistyo dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan berusaha agar nantinya Kota Yogyakarta akan naik ke tingkat Nindya dan kemudian predikat kota layak anak. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top