Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Jogja-KoPi│Stok pangan pangan daging, telur, beras, cabe dan bawang di Yogyakarta masih aman untuk 8 bulan ke depan, termasuk di bulan Ramadhan.

 

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, optimis bahwa stok pangan daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan.

“Stok pangan seperti daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan termasuk di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk cabai dan bawang merah masih dalam tahap penanaman”, ujarnya kepada awak media saat di temui di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Di sisi lain, Sasongko justru mengkhawatirkan budaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan berlebih di saat puasa dan lebaran. Ia menduga akan terjadi permainan harga pasar sehingga harga pangan menjadi tinggi.

“Padahal sehari hanya makan dua hari, namun belanja masyarakat lebih banyak. Sehingga sifat inilah yang dimanfaatkan pedagang. Dengan adanya permintaan barang yang tinggi, maka pedagang akan menaikkan harga,”jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Yogyakarta sendiri juga akan terus berupaya dalam mencegah kenaikan harga di saat lebaran dan ramadhan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait konsumsi saat ramadhan atau puasa.

“Kami juga akan memantau harga pasar di lapangan seperti memantau harga daging yang dilakukan oleh Tim TPD”, tutupnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top