Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta: Stok Pangan DIY di bulan Ramadhan, Aman

Jogja-KoPi│Stok pangan pangan daging, telur, beras, cabe dan bawang di Yogyakarta masih aman untuk 8 bulan ke depan, termasuk di bulan Ramadhan.

 

Kepala Dinas Pertanian Yogyakarta, Sasongko, optimis bahwa stok pangan daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan.

“Stok pangan seperti daging, telur dan beras masih dapat bertahan sampai 8 bulan ke depan termasuk di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk cabai dan bawang merah masih dalam tahap penanaman”, ujarnya kepada awak media saat di temui di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/4).

Di sisi lain, Sasongko justru mengkhawatirkan budaya masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat Yogyakarta yang mengkonsumsi makanan berlebih di saat puasa dan lebaran. Ia menduga akan terjadi permainan harga pasar sehingga harga pangan menjadi tinggi.

“Padahal sehari hanya makan dua hari, namun belanja masyarakat lebih banyak. Sehingga sifat inilah yang dimanfaatkan pedagang. Dengan adanya permintaan barang yang tinggi, maka pedagang akan menaikkan harga,”jelasnya.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian Yogyakarta sendiri juga akan terus berupaya dalam mencegah kenaikan harga di saat lebaran dan ramadhan dengan memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait konsumsi saat ramadhan atau puasa.

“Kami juga akan memantau harga pasar di lapangan seperti memantau harga daging yang dilakukan oleh Tim TPD”, tutupnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top