Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Jogja-KoPi│Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menghimbau mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk hati-hati terhadap organisasi-organisasi yang tidak sesuai Pancasila dan mengancam NKRI, dalam kuliah umum di Convention hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (5/5).

Musuh bangsa Indonesia saat ini adalah bangsa Indonesia sendiri. NKRI dihadapkan dengan masalah keberagaman suku, bangsa, agama dan ras. Di sisi lain paham-paham dan keberagaman banyak bermunculan, termasuk dalam bentuk organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI dan menginginkan paham sendiri.

Padahal NKRI adalah negara keberagaman yang memiliki pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke yang seharusnya menerima keberagaman yang ada dan Pancasila.

Ahmad mengatakan berbagai macam tantangan sedang dihadapi NKRI, masih terjadi intoleransi baik antar umat atau inter umat beragama, masih ada kelompok yang memaksakan ideologi dasar negara selain Pancasila, serta persaingan bangsa antar negara yang menginginkan NKRI pecah, lemah dan bubar.

“Suku bangsa lebih dari seribu, bahasa hampir 700-an, pulaunya hampir 13 ribu, dan memiliki beragam agama. Banyak keberagaman yang kita miliki. Kita harus jaga bersama NKRI yang besar ini yang berazas Pancasila,” jelas Ahmad
Selain itu, Ahmad juga mengatakan sekarang ini Indonesia telah masuk dalam medan perang untuk mempertahankan NKRI baik dari sisis internal atau pun eksternal.

“Perang yang kita hadapi sekarang tak lagi dengan menggunakan senjata, tak ada lagi peluru nyasar. Perang saat ini bisa di keberagaman informasi, ekonomi, budaya, dan perang membangun presepsi. Perangnya pun sudah masuk dalam ranah privasi”, jelasnya.

Masalah keberagaman yang dihadapi NKRI membuat Ahmad khawatir jika mahasiswa masuk ke dalam organisasi yang ditumpangi oleh kepentingan yang ingin memecah NKRI melalui keberagaman dan paham yang tidak sesuai dengan NKRI dan Pancasila.

“Jangan sampai mahasiswa masuk dalam organisasi-organisasi yang berlawanan dengan Pancasila dan NKRI. Masuklah ke organisasi yang sepaham dengan NKRI agar selalu cinta dengan NKRI”, ujarnya.

back to top