Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Kapolda DIY himbau mahasiswa hati-hati terhadap organisasi antipancasila

Jogja-KoPi│Kapolda DIY, Brigjen Pol Ahmad Dofiri menghimbau mahasiswa UIN Sunan Kalijaga untuk hati-hati terhadap organisasi-organisasi yang tidak sesuai Pancasila dan mengancam NKRI, dalam kuliah umum di Convention hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kamis (5/5).

Musuh bangsa Indonesia saat ini adalah bangsa Indonesia sendiri. NKRI dihadapkan dengan masalah keberagaman suku, bangsa, agama dan ras. Di sisi lain paham-paham dan keberagaman banyak bermunculan, termasuk dalam bentuk organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI dan menginginkan paham sendiri.

Padahal NKRI adalah negara keberagaman yang memiliki pulau-pulau yang berjajar dari Sabang sampai Merauke yang seharusnya menerima keberagaman yang ada dan Pancasila.

Ahmad mengatakan berbagai macam tantangan sedang dihadapi NKRI, masih terjadi intoleransi baik antar umat atau inter umat beragama, masih ada kelompok yang memaksakan ideologi dasar negara selain Pancasila, serta persaingan bangsa antar negara yang menginginkan NKRI pecah, lemah dan bubar.

“Suku bangsa lebih dari seribu, bahasa hampir 700-an, pulaunya hampir 13 ribu, dan memiliki beragam agama. Banyak keberagaman yang kita miliki. Kita harus jaga bersama NKRI yang besar ini yang berazas Pancasila,” jelas Ahmad
Selain itu, Ahmad juga mengatakan sekarang ini Indonesia telah masuk dalam medan perang untuk mempertahankan NKRI baik dari sisis internal atau pun eksternal.

“Perang yang kita hadapi sekarang tak lagi dengan menggunakan senjata, tak ada lagi peluru nyasar. Perang saat ini bisa di keberagaman informasi, ekonomi, budaya, dan perang membangun presepsi. Perangnya pun sudah masuk dalam ranah privasi”, jelasnya.

Masalah keberagaman yang dihadapi NKRI membuat Ahmad khawatir jika mahasiswa masuk ke dalam organisasi yang ditumpangi oleh kepentingan yang ingin memecah NKRI melalui keberagaman dan paham yang tidak sesuai dengan NKRI dan Pancasila.

“Jangan sampai mahasiswa masuk dalam organisasi-organisasi yang berlawanan dengan Pancasila dan NKRI. Masuklah ke organisasi yang sepaham dengan NKRI agar selalu cinta dengan NKRI”, ujarnya.

back to top