Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Kadisjarahad berikan ceramah pada Taruna-Taruni Akmil

Kadisjarahad berikan ceramah pada Taruna-Taruni Akmil

Magelang-KoPi| Kepala Dinas Sejarah TNI Angatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Hadi Kusnan, S.Pd.I. tiba di Akademi Militer disambut Gubernur Akmil Mayjen TNI Hartomo. Mendampingi gubenur Wakil Gubernur Akmil serta para Pejabat Distribusi Akmil belum lama ini.

Kedatangan Kadisjarahad di Akademi Militer dalam rangka kunjungan kerja untuk memberikan ceramah kepada Taruna Taruni Akademi Militer. Ceramah yang diikuti oleh 457 orang Taruna dan Taruni Akademi Militer tingkat II dan III dilaksanakan di Gedung Lily Rochly Akademi Militer.

Dalam ceramahnya Kadisjarahad menyatakan senang bisa berada di Lembah Tidar dan dapat bertatap muka langsung dengan para Taruna Taruni Akademi Militer. Orang nomor satu di Disejarahad tersebut menyampaikan ceramah dengan tema “Pentingnya nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa dalam memantapkan jiwa juang bangsa Indonesia”.

“Dewasa ini perbincangan tentang merosotnya nilai-nilai juang masyarakat Indonesia mulai marak dan menjadi pembahasan nasional. Seiring perkembangan arus globalisasi yang melanda disemua negara banyak indikasi negatif yang muncul dan hadir ditengah-tengah kita bangsa Indonesia yang memerlukan perhatian khusus serta penanganan secara cepat dan tepat,” ungkap Brigjen TNI Hadi Kusnan, S.Pd.I.

Semangat kebangsaan yang diperjuangkan founding father dan diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno dan Hatta sepertinya dilupakan anak bangsa. Indikasinya jiwa juang bangsa Indonesia mengalami kerapuhan bahkan nyaris hilang, kepribadian merosot dan sepatutnya tidak boleh terjadi.

Zaman boleh berubah tetapi kepribadian Indonesia tidak boleh dimakan usia, selalu ada pada jiwa bangsa Indonesia, tidak lekang oleh hujan dan awan. Sebaliknya yang terjadi pada seluruh lapisan masyarakat Indonesia baik pada tingkat lembaga tinggi negara sampai pada masyarakat yang tingkat kehidupannya rendah.

Mengalami terjadi perubahan perilaku dan perubahan sosial yang sangat signifikan terhadap jiwa juang yang semestinya berkiblat pada peristiwa sejarah bangsa Indonesia pada era pra nasional, kebangkitan bangsa Indonesia, mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan yang penuh dengan nilai historis.

Sejarah masa lalu para pahlawan bangsa Indonesia seperti Pangeran Diponegoro pada era pra nasional berjuang tanpa pamrih penuh pengorbanan dan sangat religius, semua yang dilakukan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara walaupun nyawa menjadi taruhannya. Pangeran Diponegoro adalah pahlawan Nasional dan semoga ada Diponegoro Diponegoro ke depan atau Panglima Besar Sudirman walaupun kondisi sakit tetap berjuang untuk kepentingan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dari contoh tauladan atas perjuangan pahlawan tersebut, maka dapat diambil nilai-nilai perjuangan yaitu Religius, Kemerdekaan, Tidak Mengenal Menyerah, Rela dan Iklas Berkorban, Senasib Sepenanggungan, Setia Kawan, Persatuan dan Kesatuan, Kemanusian, Nasionalis, Kepemimpinan, Demokrasi, Perdamaian, Kepentingan Bangsa diatas segala-galanya dan Patriotisme.

Diakhir ceramahnya, Kadisjarahad menegaskan kepada Taruna Taruni Akmil bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati dan sudah final, lakukan tugas atau karya bentuk apapun dengan baik dan sungguh-sungguh berarti kita telah mengisi kemerdekaan dan ikut mewujutkan cita-cita bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat adil dan makmur.

back to top