Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Jangan kaget, 1 Maret 2017 akan ada suara ledakan dan sirene

Jangan kaget, 1 Maret 2017 akan ada suara ledakan dan sirene

Jogja-KoPi| "Masyarakat jangan panik dan kaget dengan suara tembakan, ledakan dan sirene pada tanggal 1 Maret nanti,"himbau Purwanta dari Resimen Mahasiswa (Menwa) saat Jumpa pers terkait rangkaian peringatan Hari serangan umum 1 Maret 1949.

Pasalnya dalam rangkaian peringatan pada tanggal 1 Maret nanti akan ada suara tembakan dari senapan laras panjang dari anggota Menwa yang berjumlah 243.

"Senapan yang ditembakkan berisi peluru hampa, ledakan juga sudah aman serta tidak merusak," jelasnya di Gedung Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Senin (27/2).

Suara tembakan dan ledakan akan berpusat di pasar Beringharjo pada pukul 06.00 WIB. Selain akan ada suara sirene di tiga titik. Tiga titik tersebut berlokasi di Beringharjo, Gading dan Gamping pada pukul 08.00 WIB.

Nantinya sebelum senapan ditembakkan akan ada simulasi penyerangan dari 4 titik oleh anggota Menwa pada pukul 05.00WIB. Purwanta menjelaskan ke empat titik tersebut mewakili empat penjuru mata angin, semua anggota Menwa akan berkumpul di titik pusat di Plaza Peringatan Serangan umum 1 Maret 1949.

"Semua kegiatan dari diksar Menwa ini akan berakhir dalam waktu sekitar 25-30 menit," jelasnya.

Para Menwa adalah anggota Yuda ke 40 yang sudah diberikan pendidikan dasar (diksar). Pelatihan pendidikan dasar ini sudah berlangsung dari tanggal 16 Februari 2016 sampai 1 Maret sebagai puncaknya.
"243 anggota ini terjaring dari 22 universitas negeri dan swasta di Provinsi Yogyakarta," jelasnya .

Purwanta mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merekonstruksi ulang kejadian serangan Umum 1 Maret 1949. Masyarakat sendiri diharapkan dapat merasakan ada sesuatu yang berbeda yang terjadi di tanggal 1 Maret nanti dengan suara tembakan dan sirene tersebut.

Selain menghimbau masyarakat agar tetap tenang, Purwanta juga berharap nantinya agenda peringatan serangan Umum 1 Maret 1949 akan menjadi agenda nasional. Terkait pengamanan, anggota Yuda ke 40 juga didampingi pelatih yang berjumlah 25 serta dikawal oleh TNI-POLRI.

"Akan kita angkat peringatan ini sebagai acara Nasional, kami akan mengundang dari komisi II DPR RI, yang tergabung dengan komisi Nasional Menwa. Kedepannya kita angkat menjadi agenda nasional," harap Purwanto. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top