Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Inflasi Provinsi DI Yogyakarta sebesar 0,53%

Jogjakarta-KoPi| Selama Januari 2016 Daerah Istimewa Jogjakarta mengalami inflasi sebesar 0,53%. Kenaikan beberapa komoditas mendorong terjadinya inflasi.

Kelompok bahan makanan naik 3,06%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,39%. Kelompok sandang naik 0,57%. Kelompok kesehatan naik 0,39%. Kelompok pendidikan, olahraga dan rekreasi naik 0,17%.

Menurut kepala BPS DIY, Bambang Kristianto dari 82 kota, 75 di antaranya mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.

"Inflasi tertinggi terjadi di kota Sibolga sebesar 1,82%, diikuti oleh kota Kendari 1,49% dan Makasar 1,36%," papar Bambang saat laporan tri wulan di BPS pada 1 Februari 2016. Sementara deflasi terjadi di kota Gorontalo 0,58% dan Palu 0,41%.

Inflasi terjadi karena pengaruh pola distribusi dari Jawa Tengah. Cabe merah dari Jawa Tengah didistribusikan ketujuh provinsi. Bawang merah keempat provinsi.

"Seperti cabe dan bawang merah banyak dibawa ke Maluku, Jakarta dan Kalimantan Utara."

Bambang menambahkan komoditas yang paling mempengaruhi inflasi. Seperti daging ayam ras, bawang merah, bawang putih, kelapa, tukang bukan mandor dan pasir.

"Andil inflasi terbesar dari daging ayam ras sebesar 0,15%, Bawang merah, Bawang putihn 0,06%," terang Bambang.

back to top