Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

IKPM MUBA tuntut KPK usut korupsi pembangunan Asrama Putri Randik

IKPM MUBA tuntut KPK usut korupsi pembangunan Asrama Putri Randik

Jogja-KoPi│Ikatan Keluarga Pelajar Musi Banyuasin Yogyakarta (IKPM MUBA) melakukan aksi di depan Arama Putri Randik, menyerukan kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus Korupsi pembangunan asrama Putri Randik di Yogyakarta, Sabtu (9/11).

Pembangunan Asrama Putri Randik di Yogyakarta telah menyerap dana sejumlah Rp 5,4 miliar, dengan Rp 3 miliar di pembangunan pada tahap pertama dan Rp. 2,4 miliar pada tahap kedua. Namun, besaran dana yang digunakan tersebut disinyalir tidak digunakan dengan semestiya dan diduga terdapat unsur-unsur korupsi di dalamnya.

Hal ini berdasarkan pada perkataan pemerintah mengenai bobot bangunan asrama Putri Randik yang lebih besar dari pembangunan asrama Ranggonang, terutama pada pembangunan pagar asrama.

"Pembangunan gedung tidak sesuai dengan rancangan desain atau gambar, volume bobot bangunan mengalami penurunan yang tidak sesuai dengan RAB," papar Zaenul Arifin, salah satu peserta aksi.

Aksi kali ini Ikatan Keluarga Pelajar Musi Banyuasin (IKPM MUBA) menuntut pemerintah dan pihak yang berwenang untuk memeriksa Dinas PU CIPTA KARYA, menangkap pejabat daerah yang korup, serta meminta KPK mengusut kasus korupsi pembangunan asrama Radik.

Alasan memeriksa Dinas PU CIPTA KARYA berada pada salah satu tuntutan dikarenakan Dinas PU CIPTA KARYA terkait dengan pembangunan ini, karena pembangunan ini merupakan domaian dari PU CIPTA KARYA. Sehingga menngindikasikan bahwa PU CIPTA KARYA juga terlibat dalam kasus ini. │Frenda Yentin│Winda Efa Nur

back to top