Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Hotel DIY yang menggunakan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) masih sedikit

Hotel DIY yang menggunakan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) masih sedikit

Bantul-KoPi| Hotel DIY yang menggunakan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) tercatat hanya 200 hotel dari total 700 hotel di Yogyakarta.

 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I, Didi Heru, mengatakan penggunaan APOA masih kurang maksimal sejak peluncurannya pada tahun 2015. Pihak Hotel seharusnya menjadi pihak pertama yang menggunakan aplikasi ini secara luas.

"Pihak hotel seharusnya pihak pertama yang memiliki keinginan untuk melaporkan karena mereka bertanggung jawab untuk WNA yang menginap di Hotel mereka”, ujarnya saat di wawancarai di UMY, Selasa (9/5).

Di sisi lain Didi melihat penyebab sedikitnya jumlah penggunaan APOA di hotel karena permasalahan IT dan APOA yang terbilang baru.

Pihaknya mengakui jaringan internet untuk penggunaan aplikasi masih terlalu padat dan masih sedikit bermasalah. Ke depannya keimigrasian akan segeran melakukan perbaikan jaringan.

"Jaringan internetnya teralu padat, nanti jika bandwith kita naikkan dan aplikasinya lancar maka penggunaan APOA sendiri akan lancar”, jelasnya.

APOA berfungsi untuk memberikan laporan kegiatan yang dilakukan seorang WNA selama kunjungan nya di Indonesia kepada pihak yang membutuhkan seperti penjamin WNA. Didi menerangkan hal ini dapat membantu semisal WNA mengalami permasalahan seperti meninggal,kecelakaan, dan lain sebagainya.

"APOA ini akan sangat membantu masyarakat, Nantinya semua data akan terkumpul disatu pintu dan menjadi data base keimigrasian", terang Didi.

Didi dan keimigrasian sendiri akan terus melakukan sosialisasi ini secara berulang kepada pihak hotel, instansi, korporasi, atau perorangan yang menjamin WNA untuk menggunakan APOA terkait pelaporan. Dia berharap ke depannya semua pihak beralih ke sistem online dan meninggalkan sistem lapor yang mengharuskan pergi ke kantor Imigrasi.|Syaiful Syidik Ardli

back to top