Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Harga salak pondoh turun, petani resah

Harga salak pondoh turun, petani resah
Sleman-KoPi| Paguyuban Petani Salak Wonokerto, Kecamatan Turi medatangi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mengadukan harga salak yang turun di Kompleks Pemkab Sleman,Selasa (11/7). Menurut mereka harga salak menjauhi harga aman yaitu Rp.3.500 perkilo yang terhitung di pasar-pasar saat ini.
 
"Harga salak saat ini kami cek ke pasar, itu harga nya anjlok sampai Rp. 2.500,- dan yang dalam keranjang harganya Rp.10.000,-"ujar Tomon HW ,ketua Paguyuban sekaligus kepala desa Wonokerto, 
 
Petani saat ini hanya mendapat keuntungan dikisaran Rp 1.500,-per kilonya setelah dijual di Pasar.
 
Kepala Dinas Perindagkop ,Tri Endahyitnani menyambut kedatangan massa didepan pintu kantor dinas Perindagkop. Ia pun menjanjikan pihaknya akan membantu petani salak secara konsisten dan berkelanjutan pada masalah ini
 
"Apapun kebijakan bupati saat ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan Petani, kami akan bantu secara konsisten dan berkelanjutan,"katanya.
 
Sementara itu sekretaris Daerah (Setda)Pemkab Sleman, Sumadi mengatakan jatuhnya harga salak ini disebabkan faktor seperti daya saing salak pondoh Turi yang kalah dengan salak wilayah lainnya. 
 
Tidak hanya itu ia juga menemukan permasalahan kurangnya kreativitas dalam mengelola salak. 
 
Ia pun menuturkan petani dan pemkab harus mengintrospeksi diri untuk meningkatkan kualitas salak. Pihaknya juga akan berusaha untuk membudidayakan salak menjadi produk lain dan tidak selalu menjadi bahan makanan.
 
"Kami pemkab akan membantu petani untuk meningkatkan kualitas salak dan kedua kita juga berusaha agar membudidayakan salak menjadi produk lain agar bisa dipasarkan," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
back to top