Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Hampir seluruh wilayah DIY sempat dilanda hujan abu.

Jogja-KoPi|Hampir di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sempat dilanda hujan abu tipis pasca erupsi freaktif gunung Merapi. Hujan abu ini terjadi karena arah angin yang membawa awan material vulkanik mengarah ke selatan.

 Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyampaikan hujan Abu ini terjadi akibat hembusan angin yang mengenai sisa awan erupsi merapi  ke arah selatan. Hujan Abu ini terjadi pasca Erupsi dan baru dirasakan masyarakat Yogyakarta kurang lebih 1 jam usai berakhirnya waktu erupsi pada pukul 07.45 WIB

"Hujan abu, itu karena sisa embusan, jadi masih ada angin dibawa. Dan kebetulan arah angin ke selatan,"ujarnya saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (11/5).

Sementara itu, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika menerangkan arah angin diketinggian di atas 3000 meter berasal dari arah utara menuju selatan. Cuaca pada umumnya cerah hingga berawan. 

"Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca RGB Himawari menunjukkan pergerakan sebaran debu vulkanik ke arah selatan-barat daya," tulis Kepala BMKG Agus Sudaryatno dirilis resminya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD ) DIY dan Sleman menerangkan sebaran hujan abu hampir terjadi di semua wilayah di Yogyakarta. Berikut informasi yang disebarkan Pusdalops PB DIY terkait waktu dan wilayah sebaran hujan abu erupsi Merapi:

Sleman:

-Pukul 08:00 Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Ngemplak dan Sleman

-Pukul 08:56 Jombor.

-Pukul 09:15 Kecamatan Ngaglik.

-Pukul 09:25 Pasar Sleman.

-Pukul 09:34 Jakal KM.10.

-Pukul 09:51 Wilayah Godean.

-Pukul 09:55 Wilayah UTY.

-Pukul 10:00 Wilayah Depok.

-Pukul 10:07 Wilayah Godean.

-Pukul 10:14 Jakal KM.4.5

-Pukul 10:25 Stasiun Tugu dan Wilayah Jl. Kenari.

-Pukul 10:38 Wilayah Gamping.

-Pukul 10:53 Wilayah Sidoarum

Bantul:

-Pukul 11:00 Wilayah Nitripayan

-Pukul 10:56 Padukuhan Jaranan.

-Pukul 10:57 Wilayah Sedayu.

-Pukul 11:01 Wilayah Madukismo.

-Pukul 11:15 Wilayah Pandak.

Kulonprogo:

-Pukul 10:07 Kalibawang.

Kota Yogyakarta:

-Pukul 10:30 Wilayah Bumijo dan Wilayah Timoho.

-Pukul 10:34 Wilayah Malioboro.

-Pukul 10:36 Wilayah Kotagede.

-Pukul 10:54 Wilayah Giwangan.

-Pukul 11:00 Jokteng.

Tak lupa BPBD juga menghimbau agar masyarakat menggunakan masker dan melepas kontak lensa saat akan berakitivas diluar ruangan. Masyarakat juga sebaiknya segera menutup sumber air, sumur agar agar terlindung dari abu vulkanik. Jangan pula menjemur pakaian serta  bahan makanan dan lainnya saat terjadi hujan abu.

 

back to top