Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Jogja-KoPi| Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi BPPTKG DIY, Hanik Humaida menyampaikan bahwa Gunung Merapi mengalami letusan berjenis efusif atau lelehan. 

 

Hal ini merespon dari temuan adanya proses magmatis di Gunung Merapi pasca pasca Erupsi freaktif beberapa waktu ini. Hanik pun mengimbuhkan letusan atau erupsi efusif ini sangatlah berbeda dengan letusan di tahun 2010 dan di tahun 2006. 

"Kecenderungan nya akan terjadi erupsi efusif. Deformasi itu ada, namun sangat kecil. Itu sangat jauh dari erupsi dari tahun 2010,"ujar Hanik saat jumpa pers di Kantor BPPTKG DIY, Jumat (25/5)

Erupsi efusif sendiri adalah letusan yang berisikan lelehan yang menggugurkan kubah lava. Efusif sendiri menunjukkan tidak ada tekanan atau gas yang tinggi ke atas di dalam Gunung. Jenisnya laharnya pun berbentuk leleran. 

Hanik menuturkan bahwa erupsi efusif ini terbilang aman. Kesan erupsi efusif sendiri sangatlah jauh dari erupsi di tahun 2010. Erupsi di tahun 2010 bersifat eksplosif. Erupsi ini memuntahkan jutaan kubik material vulkanik disertai pula kejadian munculnya awan panas, 'Wedhus Gembel'. 

"Kalau kita membayangkan erupsi magmatis itu tidak seperti erupsi 2010. Tahun 2007 di Kelud hanya membentuk kubah lava, itu juga magmatis,"tuturnya

Sementara penjelasan adanya peluang letusan efusif ini adalah adanya indikasi perubahan deformasi yang sedikit dan pergerakkan magma yang menuju permukaan berlangsung lambat. Lahar Merapi pun berbentuk sangat cair.

"Saat ini tidak ada deformasi , ada tapi sangat kecil, dan materialnya magmanya dilepaskan lambat karena encer dan tidak mendukung tubuh gunung api sehingga tidak memberikan deformasi yang cukup terhadap gunung api,"timpal Hanik.

Namun demikian, Hanik belum bisa memastikan sampai kapan proses magmatis akan terus berlangsung atau kapan letusan efusif terjadi. Kondisi Merapi selama 24 jam ini pasca dua letusan kemarin (24/5) tidak menunjukkan adanya letusan susulan, aktifitas kegempaaan, hembusan, atapun meningkatnya suhu dan deformasi Gunung Merapi.

 

back to top