Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Gubernur DIY meminta wali kota buat SK Kebencanaan di Kota Yogyakarta

Jogja-KoPi| Gubernur Yogyakarta ,Sri Sultan Hamengkubuwono ke X meminta Wali Kota Yogyakarta membuat Surat Keputusan (SK) penetapan siaga bencana pada Badai Cempaka. Hal tersebut disampaikan Gubernur saat kunjungan dilokasi bencana longsor dusun Juminahan kecamatan Danurejan, Kamis (30/11).

Sri Sultan meminta kepada Walikota,Haryadi Suyuti untuk mengeluarkan SK secepatnya. Pasalnya batas penetapan siaga bencana I yang dikeluarkan Gubernur kemarin Rabu (29/11) hanya berlangsung selama kurang lebih 3 hari hingga jumat esok hari (1/12)

"Saya mohon kepada walikota ,penetapan siaga bencana ini menjadi landasan pengeluaran SK walau waktunya tinggal sebentar lagi,"ujarnya.

Pengeluaran SK pun dianggap penting untuk mengeluarkan dana darurat kebencanaan untuk membantu perbaikan infrastruktur oleh warga terdampak. Sultan juga mengatakan persiapaan dan perbaikan rumah warga ini juga harus segera dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian di kemudian hari. Pasalnya, Sultan menyampaikan musim penghujan tidak hanya berhenti pada tiga hari ini namun puncaknya pada Januari Tahun 2018

"Kepada masyarakat, puncak hujan ini hingga Januari sampai tahun depan, sehingga perlu ada perbaikan infrastruktur terutama dalam pengurusan rumah pengungsi menjadi lebih baik,"tambahnya.

Sang walikota ,Haryadi Suyuti pun mengatakan prioritas saat ini adalah penanganan rumah. Sementara dana yang ada di Pemerintah kota saat ini adalah 2 milyar. Ia pun berencana menggunakan dana sementara ini untuk membantu warga terdampak dan perbaikan infrastruktur di Kota Yogyakarta.

"Prioritas itu penanganan rumah yang rusak. Sementara untuk mengeluarkan dana tak terduga itu membutuhkan status kebencanaan. Kebencanaan pun mengacu status yang ada diwilayah DIY," tandasnya.|Syidiq syaiful Ardli

back to top