Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Sleman-KoPi| Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono ke X, memastikan jalur alternatif di Jalan Merapi aman dan tidak akan di tutup. Tetapi untuk wisata naik ke Gunung Merapi perlu kewaspadaan sebelum naik. 

 

Hal ini merespon dari aktivitas gunung Merapi yang beberapa waktu lalu sering kali mengalami letusan freaktif. Sultan pun mengatakan bahwa kondisi Gunung Merapi dan jalan alternatif aman. Pasalnya, menurutnya kondisi Merapi saat ini baru mengalami kenaikan gas dan belum ke tahap kenaikan lahar. 

"Saya kira aman karena yang naik itu gas bukan laharnya yang naik.  Kalau gas itu kan hanya abu, jadi sebetulnya itu tidak perlu dikhawatirkan sehingga jalur alternatif di sekitar Merapi tidak perlu ditutup," jelas Sri Sultan usai memimpin APEL gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Mapolda DIY, Rabu (6/6).

Meski demikian, Ngarso Dalem tetap menghimbau kepada pendatang saat lebaran yang berencana wisata naik ke Gunung Merapi. Sultan menyampaikan untuk waspada dan tetap memperhatikan himbauan dari BMKG dan BPPTKG. 

"Wisata untuk naik ke gunung Merapi, saya mohon untuk mewaspadai sebelumnya. Tanya BMKG dan BPPTKG mengenai aktivitas Merapi, jangan maunya sendiri biarpun keluar gas tapi kan tetap perlu Waspada,"imbuh Sultan.

Kapolda DIY, Brigjend Ahmad Dofiri pun menimpali untuk pengamanan saat lebaran di Gunung Merapi pihak nya bekerjasama dengan Basarnas. Warga sekitar pun sudah disiapkan dengan pemberian peralatan walkie talkie (HT) di setiap RT. Hal ini berjaga-jaga terhadap kemungkinan bencana di Gunung Merapi.

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), lewat siaran persnya menyatakan aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini didominasi oleh aktivitas pelepasan gas yang ditunjukkan oleh kegempaan MP, Guguran dan Hembusan yang cukup tinggi. 

BPPTKG menyimpulkan berdasarkan manifestasi pelepasan gas di permukaan yang ditunjukan oleh data pemantauan bahwa aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga tingkat aktivitas masih ditetapkan pada tingkat WASPADA (Level II).

Radius 3 km dari puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan untuk aktivitas penduduk. Penduduk yang berada di Kawasan Rawan Bencana III untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

 

back to top