Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

First Travel Jakarta yang bermasalah belum ditemukan di Yogyakarta

First Travel Jakarta yang bermasalah belum ditemukan di Yogyakarta

Jogja-KoPi|Kementrian Agama (Kemenag) Kanwil DIY menerangkan belum ada temuan biro travel haji plus dan umrah cabang dari First Travel Jakarta di DIY.

Kepala kanwil Kemenag DIY, Lutfi Hamid mengatakan semua biro travel haji umrah yang terpantau Kemenag saat ini bukanlah anak cabang dari biro yang telah menipu puluhan ribu calon haji tersebut. Lutfi pun mengatakan bahwa first travel sendiri sudah dianggap ilegal oleh kemenag DIY.

"First Travel ini tidak memiliki daftar cabang di DIY jadi kalau memang ada dan sudah berdiri,saya anggap biro tersebut ilegal,"ujarnya saat dijumpai di Bangsal Kompleks Kantor Gubernur DIY, Senin (14/8)

Sebelumya Indonesia digemparkan dengan diungkapnya salah satu biro travel haji dan Umrah bernama First Travel yang menipu ribuan calon jemaah haji plus dan Umroh. Akibatnya Biro yang memiliki anak cabang hampir diseluruh Indonesia ini secara resmi sudah ditutup oleh pemerintah pusat beberapa waktu lalu.

Lutfi menyampaikan bahwa dengan adanya penutupan maka ini memperkuat statementnya bahwa First Travel adalah biro ilegal yang tidak dapat memberangkatkan calon haji dan umrah

Sementara itu ,Lutfi pun menjelaskan rekomendasi kemenag sendiri dibutuhkan untuk membuat passport bagi biro travel untuk memberangkatkan calon jemaah haji dan umrah. Kemenag pun tidak akan mengeluarkan rekomandasi pada biro ilegal yang tidak terdaftar di Kemenag.

"Kemenag DIY tidak akan memberikan rekomendasi passport haji plus dan umrah yang belum terdaftar di Kemenag, jadi ya mereka tidak mungkin memberangkatkan jemaah,"lanjutnya.

Lebih lanjut,Lutfi menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas biro travel di DIY yang terbukti bekerja sama dengan First Travel dengan cara memanipulasi data jemaah.

Bentuk sanksinya bisa berupa peringatan atau bahkan penutupan biro travel haji dan Umrah. Sementara untuk yang berbentuk PT ,kemenag DIY akan melaporkan ke pemerintah pusat bahwa PT tersebut tidak layak untuk memberangkatkan Umrah.

"Namun hingga saat ini,kita belum menerima pelaporan adanya biro ilegal yang menipu semacam first travel,"pungkasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top