Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Fatma Saifullah Yusuf : PPLIPI Harus Perjuangkan Permasalahan Perempuan

Fatma Saifullah Yusuf : PPLIPI Harus Perjuangkan Permasalahan Perempuan

Surabaya-KoPi| Sebagai Organisasi Perempuan Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) harus senantiasa berempati, peduli dan tetap bersemangat untuk berjuang dalam pengentasan masalah perempuan.

 

Pandangan tersebut disampaikan Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf saat menghadiri pelantikan anggota dan pengurus DPW, DPC PPLIPI di Hotel Grand Surabaya, Selasa (5/12).

Ia mengatakan, sampai saat ini pemerintah terus berupaya agar pemberdayaan perempuan dapat mencapai taraf keadilan dan kesetaraan. Kondisi tersebut merupakan tujuan dari pembangunan daerah. "Kita harus memperjuangakn permasalahan perempuan ini melalui kegiatan kegiatan pemberdayaan secara produktif," ujarnya.

Fatma sapaan akrab dari Istri Wagub Jatim ini menuturkan bedasarkan data masih terjadi kesenjangan antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan Indeks Pembangunan Gender (IPG). “Kesenjangan ini menunjukkan bahwa masih terdapat masalah pada perempuan. Untuk itu, PPLIPI harus berjuang membantu permasalahan perempuan di Jatim tersebut,” terangnya.

Dari sisi kebijakan, undang-undang, peraturan pemerintah ataupun peraturan daerah hak-hak perempuan diakui, dijamin serta dilindungi. Akan tetapi, dalam implementasinya masih dijumpai kondisi yang belum kondusif, sehingga berdampak negatif pada perempuan. Hal itulah yang menyebabkan dampak kerugian secara ekonomi, sosial, fisik hingga psikologis.

Terkait program pemberdayaan perempuan, Fatma menyebut, Pemprov Jatim telah melakukan kebijakan yang pro gender. Program tersebut juga diperkuat melalui pengembangan dan peningkatan alokasi anggaran sumber daya yang dikenal sebagai gender budgeting.


“Saya ingin DPW PPLIPI Jatim, dapat berkontribusi nyata dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jatim, terutama bagi masyarakat kecil seperti pedagang sayur, bakso bahkan pedagang kaki lima (PKL) mereka harus diberi akses permodalan dan membantu pemasarannya,” imbuhnya.

Fatma yang juga Ketua Umum BKOW Prov Jatim mengajak PPLIPI bisa masuk kedalam anggota BKOW Prov. Jatim. BKOW adalah organisasi kemasyarakatan atas dasar kerjasama organisasi wanita di tingkat provinsi yang dilahirkan di Surabaya pada tanggal 6 Oktober 1962.

Hingga saat ini terwadahi 46 organisasi perempuan dengan keanekaan komunitas yang terdiri dari organisasi lintas agama, TNI-kepolisian, profesi suami/profesi, minat bakat, dll.

"Saya harap PPLIPI bisa segera bergabung dengan kami, khususnya bagi yang mau belajar, belajar dan belajar. BKOW Prov. Jatim kami ibaratkan seperti miniatur NKRI, berbeda beda tapi memiliki tujuan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan perempuan,” jelasnya yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.

PPLIPI Harus Atasi Segala Persoalan Perempuan

Sementara itu, Ketua Umum DPP PPLIPI Dra. Hj. Indah Suryadharma Ali menjelaskan, bahwa PPLIPI ini merupakan organisasi yang harus bisa mengatasi segala persolaan perempuan.


"PPLIPI ini adalah organisasi yang mengurusi semua persoalan perempuan. Ini adalah organisasi lintas profesi, bukan organisasi segmented. PPLIPI merupakan organisasi semua profesi untuk bisa memecahkan persoalan yang dihadapi oleh perempuan seluruh Indonesia," ujarnya.

Indah mengapresiasi, Jatim yang merupakan provinsi dengan kesetaraan gender paling baik. Bahkan, pemerintah pusat mengganjarnya dengan penghargaan 9 kali berturut turut memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Eka Praya (APE) kategori mentor.

“Pemberian penghargaan tersebut menunjukkan bahwa strategi pengarustamaan gender dapat diimplementasikan pada masyarakatnya. Semoga DPW PPLIPI Jatim bisa menginspirasi daerah lain untuk membantu perempuan dalam pendidikan, kesehatan, politik, pemerintahan, maupun bidang sosia budaya lainnya,” tegasnya.

Seusai di lantik, Ketua DPW PPLIPI Jatim Dra. Hj. Murni Yanti berkomitmen untuk membangkitkan semangat perempuan di Jatim agar lebih berdaya saing. Ia berharap dapat terus amanah menjalankan sekaligus memajukan dan menyejahterakan masyarakat Jatim.

Dalam kesempatan tersebut Dra. Hj Fatma Saifullah Yusuf ditunjuk menjadi pembina DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Timur untuk masa Bhakti 2017-2022.

Pada pelantikan anggota dan pengurus DPW,DPC PPLIPI Jatim dilantik sebagai Ketua DPC Kab. Bojonegoro Hj. Yulis Widhiawati dan Ketua DPC Kota Surabaya Hj. Titis Tatasari A. Ma. SE MM. (Humas Pemprov Jatim /nif).

 

back to top