Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Fatma Saifullah Yusuf Bagikan Kunci Sukses Kepada Guru TK

Fatma Saifullah Yusuf Bagikan Kunci Sukses Kepada Guru TK

Surabaya-KoPi| Usia anak-anak antara tiga sampai enam tahun adalah fase sangat fundamental dalam pendidikan generasi. Pada usia tersebut anak-anak menyerap dasar-dasar pengetahuan sebagai rujukan mental dan moralnya. Oleh karena itu sangat penting bagi pendidik di Taman Kanak-Kanak (TK), agar selalu belajar cara memasukkan pengetahuan yang tepat pada anak-anak didik. 

Demikian Ketua Umum BKOW Prov. Jatim Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf menyampaikan kunci sukses kepada guru TK dalam mendedikasikan ilmunya kepada generasi emas bangsa.

Fatma menyampaikan materi terkait metode pendidikan anak-anak didik tingkat TK pada acara Workshop Manajemen Gugus TK Provinsi Jatim Tahun 2016 di Hotel Griyo Avi, Surabaya, Selasa (22/3).

Ia mengatakan, ibu dapat berperan sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan secara aplikatif. Selain itu, ibu juga dapat berperan penting dalam mengetahui cara anak berkomunikasi dan mendampinginya pada saat belajar atau sinau.

Dihadapan guru TK Fatma menjelaskan, bahwa ada dua syarat seorang ibu mampu berfikir dan berjiwa besar untuk mengantarkan anaknya menjadi pemimpin besar. Syarat pertama yakni memampukan diri dan lisannya untuk berperilaku serta bertutur kata yang baik. "Anak bercermin besar dari orang tua terutama ibu. Perkataan ibu sama dengan doa. Doa ibu kepada anak itu qabul, di dengar dan di ijabahi Allah SWT," terangnya.

saifullah y

Syarat kedua, yakni mau sinau atau sinau. Ibu harus memahami bahwa sinau itu tidak perlu dimaknai sempit yang menerapkan sinau tidak hanya dilakukan di sekolah melainkan bisa dimana saja, dengan siapa saja dan apa saja bahannya hingga siapa gurunya.

"Jika dua syarat tersebut dimiliki ibu secara konsisten, istikomah maka jalan mewujudkan anak menjadi pemimpin bisa sudah terselesaikan 50 persen. Sementara 30 persen lagi ada pada potensi dalam diri anak. Sisanya 10 persen ada pada lingkungan dan 10 persen lagi berada pada genggaman sang pencipta," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatma sapaan akrab istri dari Gus Ipul ini juga memberikan resep Jarimas. Jarimas adalah sebuah ikhtiar dari ibu-ibu yang ingin sinau bersama dan bertekad agar kelak anak-anaknya menjadi seorang yang hebat dan bermanfaat bagi lingkungan dan bangsa.

"Anak-anak sinau itu biasa, tetapi ibu-ibu yang sinau itu luar biasa. Ibu yang sinau akan menjadi contoh, model bagi anak-anaknya. Tak hanya itu, dengan sinau akan menambah jejaring yang positif terutama bagi para ibu untuk saling berbagi informasi terkait masalah PAUD di sekolah," ungkapnya.

Jarimas bertujuan untuk memberi tambahan pengetahuan pada ibu, khususnya para praktisi dan pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Jarimas ini juga dapat menjadi sumber ilmu yang benar dan anak-anak mendapat manfaat.
Menurutnya, usia dini yakni 0-5 tahun merupakan masa sangat singkat dan penting bagi berkembangan dan pertumbuhan anak. Usia tersebut sangat ideal dalam memberikan stimulus yang tepat dengan responnya agar mengetahui potensi terbaik dalam diri anak.

Pembentukan karakter anak dimulai sejak usia 2-10 tahun. Jika di usia tersebut anak pasti mendapat dan melihat contoh perilaku serta tutur yang baik dari orang tua hingga lingkungannya. Perilaku yang dicontohkan orang tua secara baik, akan membentuk karakter diri yang baik dan santun pula.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Dr. H. Saiful Rachman M. Pd mengatakan, bahwa penting bagi orang tua untuk terus mengembangkan dirinya, terutama dengan sinau. “Dispendik melihat bahwa latar belakang pendidikan orang tua siswa sangat heterogen. Ada yang lulusan SD-SMP hingga SMA. Setelah melihat latar belakang pendidikan dari orang tua murid, maka Dispendik melihat berkomitmen untuk lebih memberikan perhatian dengan cara mengajarkan dan memberikan pemahaman pentingnya belajar untuk menambah wawasan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada guru-guru TK untuk memperkuat dan mengaplikasikan pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini terletak pada nilai nilai wawasan kebangsaan, etika, perilaku cara bersikap kita sehari hari.

Ia mencontohkan, negara asia yang sudah menanamkan pendidikan karakter di Negara Jepang. Pada waktu mengunjungi Jepang, ia melihat kecelakaan yang terjadi antara sopir taxi dan mobil sport. Seusai kecelakaan kedua sopir tersebut turun dan saling memberi salam. "Inilah perilaku yang harus ditanamkan di negara kita. Perilaku tersebut belum kita jumpai di Indonesia," pungkasnya. | YP | 

back to top