Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Fashion Show Lansia meriahkan Peringatan Hari Lansia Nasional Yogja

Fashion Show Lansia meriahkan Peringatan Hari Lansia Nasional Yogja

Jogja-KoPiFashion show lansia merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Lansia Nasional Yogyakarta yang bertempat di Balaikota Yogyakarta, diikuti oleh 14 pasangan yang mewakili 14 kecamatan yang ada di Yogyakarta, Ahad 22 Mei 2016.

Fashion Show kali ini nampak bereda dengan fashion show yang lainnya, bukan karena kostum atau catwalknya, namun karena pesertanya. Peserta fashion show kali ini bukan anak-anak atau model profesional, melainkan para lansia yang ada di Kota Yogyakarta.

Fashion show ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang diadakan pemerintah kota yogyakarta dalam memperingati Hari Lansia Nasional yang ke-20.

Fashion ini diikuti oleh 14 pasangan yang mewakili 14 kecamatan yang ada di Yogyakarta, dari 14 pasang ini terdapat 6 pasangan suami istri. Para lansia yang mengikuti fashion show ini bagaikan model yang profesional, berlenggak lenggok di atas catwalk memerkan pakaian adat Yogyakarta yang mereka gunakan.

Fashion show lansia mengharuskan para lansia untuk menggunakan pakaian adat Yogyakarta dengan berbagai pakem yang ada di dalamnya yang akan dinilai oleh juri. Juri fashion show lansia kali ini adalah KRT Condro Purnomo, Enfang Sudjonoworo, dan Sri Suyati.

Menurut salah satu Juri dari fashion show ini KRT Condro Purnomo, penilaian kali ini dilihat dari keserasian, keluwesan, pakem, dan kesan umum. Penilaian Keserasian meliputi dalam hal baju maupun keserasian dengan irama pengiring yaitu musik gamelan. Sedangkan penilaian pakem melihat apakah pakaian peserta telah sesuai dengan pakem yang ada.

“Tadi ada beberapa yang salah, misalnya pemakaian jarik laki-laki yang tidak dari kiri ke kanan depan, ini termasuk fatal karena pemakaian jarik laki-laki dan perempuan berbeda. Kemudian, warna yang ada diudeng (blangkon) harus sama dengan lontongnya,” jelas KRT Condro Purnomo

Dalam fashion show ini diambil 3 pemenang dari 14 peserta, yaitu juara pertama pasangan Sukartono (79 tahun) dan Muji Rahayu Sukartono (80 tahun) dari Gondokusuman, kemudian juara kedua berasal dari pasangan Umbulharjo, dan yang ketiga dari Mergangsan.

Pasangan Sukartono dan Muji Rahayu Sukartono sendiri tidak mengira akan mendapatkan juara, mengingat lawan-lawan mereka yang berat. Namun, kebiasaan menggunakan pakaian adat Yogyakarta terutama dalam menikahkan anak-anak mereka, menjadikan mereka terbiasa dan mengerti pakem pakaian Yogyakarta.

back to top