Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Dua calon Bupati Sleman berjanji atasi intoleransi beragama

Dua calon Bupati Sleman berjanji atasi intoleransi beragama

Sleman-KoPi| Menjelang penutupan kalender tahun 2015 kasus intoleransi di Sleman semakin meningkat. Data terakhir menunjukan di Kabupaten Gunung Kidul dengan 6 kasus, Sleman 5 kasus dan Bantul 3 kasus. Salah satu aksi intoleransi itu seperti penutupan tempat ibadah.

Kasus penutupan tempat ibadah jemaat Pantekosta di Pangukan, Tridadi, Sleman karena disinyalir, pengurus tempat ibadah tersebut belum mengantongi izin tempat beribadah. Hal ini mendapat perhatian serius dari akademisi dan masyarakat umum. Bersamaan dengan momen pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015, Universitas Atma Jaya memfasilitasi diskusi dengan dua calon Bupati Sleman, yaitu Yuni Satia Rahayu dan Sri Purnomo.

Calon bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu menjanjikan akan memfasilitasi rumah ibadah untuk semua agama. Pihaknya akan mempermudah proses IMB pendirian tempat ibadah untuk semua agama.

“Misal IMB gereja, kita akan bantu begitupun mushola dan masjid kita fasilitasi. Itu kewajiban dari Kabupaten Sleman agar masyarakat damai,” jelas Yuni saat diskusi “Merawat Kebhinekaan di Sleman” pada Rabu, 2 Desember di Universitas Atma Jaya.

Sementara calon Bupati incumbent, Sri Purnomo menjelaskan kajian mengenai IMB rumah ibadah sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari pihak Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKUB). FKUB ini ada di masing-masing kecamatan terkait.

“Bupati tidak punya kewenangan untuk tidak menandatangani yang berada di atas meja saya, agama apapun saya tanda tangani (perizinan IMB dari rekomendasi FKUB Sleman),” kata Sri Purnomo. |Winda Efanur FS|

back to top