Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Dua calon Bupati Sleman berjanji atasi intoleransi beragama

Dua calon Bupati Sleman berjanji atasi intoleransi beragama

Sleman-KoPi| Menjelang penutupan kalender tahun 2015 kasus intoleransi di Sleman semakin meningkat. Data terakhir menunjukan di Kabupaten Gunung Kidul dengan 6 kasus, Sleman 5 kasus dan Bantul 3 kasus. Salah satu aksi intoleransi itu seperti penutupan tempat ibadah.

Kasus penutupan tempat ibadah jemaat Pantekosta di Pangukan, Tridadi, Sleman karena disinyalir, pengurus tempat ibadah tersebut belum mengantongi izin tempat beribadah. Hal ini mendapat perhatian serius dari akademisi dan masyarakat umum. Bersamaan dengan momen pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015, Universitas Atma Jaya memfasilitasi diskusi dengan dua calon Bupati Sleman, yaitu Yuni Satia Rahayu dan Sri Purnomo.

Calon bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu menjanjikan akan memfasilitasi rumah ibadah untuk semua agama. Pihaknya akan mempermudah proses IMB pendirian tempat ibadah untuk semua agama.

“Misal IMB gereja, kita akan bantu begitupun mushola dan masjid kita fasilitasi. Itu kewajiban dari Kabupaten Sleman agar masyarakat damai,” jelas Yuni saat diskusi “Merawat Kebhinekaan di Sleman” pada Rabu, 2 Desember di Universitas Atma Jaya.

Sementara calon Bupati incumbent, Sri Purnomo menjelaskan kajian mengenai IMB rumah ibadah sebelumnya telah mendapat rekomendasi dari pihak Forum Komunikasi Antarumat Beragama (FKUB). FKUB ini ada di masing-masing kecamatan terkait.

“Bupati tidak punya kewenangan untuk tidak menandatangani yang berada di atas meja saya, agama apapun saya tanda tangani (perizinan IMB dari rekomendasi FKUB Sleman),” kata Sri Purnomo. |Winda Efanur FS|

back to top