Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

DPRD DIY: Gini Ratio naik, Pemda DIY didorong membuka lapangan kerja lebih banyak

dprddiy

Jogja-KoPi|Komisi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) DIY, merespon rilis Badan Pusat Stastik DIY tentang meningkatnya Gini Ratio Yogyakarta pada bulan September 2017 lalu. DPRD menekankan bahwa kesenjangan perlu perhatian bersama dan diikuti program pemercepatan pengurangan angka kemiskinan.

"Kesenjangan pendapatan dan kesejahteraan yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perhatian bersama. Langkah dan program kebijakan pemerintah perlu didorong untuk mempercepat dan mengurangi angka kemiskinan," tulis Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dalam rilisnya di Yogyakarta, Rabu (3/1).

Eko pun menegaskan saat ini melihat besaran angka gini ratio 0.44 atau 0,440 naik dari 0.43 atau 0.432 ditriwulan 1 tahun 2017 di DIY memang mengejutkan semua pihak. Apalagi DIY saat ini sudah mendapatkan tambahan alokasi anggaran lewat dana keistimewaan yang dalam lima tahun terakhir sudah sebesar Rp 2.6 triliun.

"Tentu fakta ini mengejutkan mengingat selain APBD, juga ada tambahan danais 2.6 T dalam 5 tahun terakhir. Harus ada perencanaan yang lebih baik agar program kebijakan pemda lebih baik, " kata Politisi muda PDI Perjuangan ini.

Sehingga tahun 2018, Ia pun berharap kepada seluruh jajaran pemda DIY bisa mendorong dan menjalankan program kegiatan fokus untuk kesejahteraan rakyat.

Pembangunan pun juga diminta untuk diarahkan menciptakan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat. Pemda juga diharapkan Eko untuk memfasilitasi berbagai pendidikan dan pelatihan untuk melahirkan wirausaha baru atau pun memperkuat pelaku usaha yang telah ada.

"Melalui apa saja? Prioritas program, kegiatan dan anggaran untuk pemberdayaan petani, jasa perdagangan, pelaku umkm dan usaha jasa pariwisata. Kita harap sektor swasta bergerak khususnya usaha yang menyerap tenaga kerja. Kita percaya masyarakat jogja punya etos kerja yang hebat. Ayo kita dukung pemda lari cepat dalam laksanakan program untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top