Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Doa Imlek: Semoga keberuntungan untuk Indonesia

Doa Imlek: Semoga keberuntungan untuk Indonesia

Jogjakarta-KoPi| Sejak pagi pukul 08.00 WIB (8/2) masyarakat Tionghoa mendatangi Klentheng Gondomanan untuk bersembahyang. Suasana di Klenteng cukup sepi. Keramaian mulai terlihat pukul 11.00 WIB ke atas.

Perayaan tahun baru Imlek 2567 bertepatan dengan shio ke-9 monyet elemen api dan sifat Yang (kuat). Dalam shio monyet api masyarakat Tionghoa akan mendapat keberuntungan dari segala aspek kehidupan.

imlek2

Seperti yang diharapkan oleh Yenlisa (21), tahun baru ini memiliki banyak rejeki.

"Doanya rejeki lancar, dan keluarga sehat," tutur mahasiswi UGM tersebut.

Yenlisa menyayangkan perayaan Imlek di Jogjakarta tidak terlalu ramai. Keramaian hanya terpusat di komunitas Tionghoa seperti Kampung Ketandan komplek Malioboro.

imlek3

"Tidak bisa pulang kampung ke Medan, di sini perayaannya sepi, tidak seperti di rumah. Kalau tidak ke Vihara ke pusat Tionghoa sepi, kita merayakan bersama keluarga Budhis di sini," kata Yenlisa.

Sementara masyarakat Tionghoa Ananta Pidika (19) dan Stevan Sugianto (18) mengharapkan Indonesia menjadi negara yang memiliki toleransi yang tinggi.

"Bangsa kita yang kacau kemarin sekarang aman, tidak ada permusuhan dimana-mana. Saling menghormati, seperti kalau umat Islam merayakan Idul Fitri,"kata Stevan. |Winda Efanur FS|

back to top