Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

DIY siap melaksanakan lima hari sekolah

DIY siap melaksanakan lima hari sekolah

Jogja-KoPi| Sri Sultan Hamengkubowno X mengatakan DIY siap melaksanakan sekolah lima hari jika sarana prasarana sekolah juga siap. Hal ini merespon rencana sekolah lima hari yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada bulan Juli nanti. Sri Sultan mempersilahkan sekolah untuk mengikuti sistem ini jika fasilitas dan murid sudah siap.

"Karena sarana prasarana harus siap, muridnya juga harus siap.Kalau sudah ada (sekolah) yang siap ya silahkan diterapkan. Kalo belum ya jangan,"katanya saat dijumpai di Kantor Gubernur DIY, Kamis (15/6).

Sistem lima hari sekolah ini bertujuan untuk membentuk pendidikan karakter anak dan pencegahan tindak kekerasan antaranak. Sultan menambahkan pendidikan karakter juga sebaiknya ditumbuhkan pada masyarakat.

Anak sendiri diminta untuk diberi kemudahan sosialisasi di masyarakat sehingga harapannya anak mendapatkan keseimbangan pendidikan karakter antara di masyarakat dan di Sekolah.

"Kalau seseorang tidak pernah sosialiasasi maka bagaimana dia bisa mengembangkan karakter dan wawasannya, keseimbangan itu penting dan dibangun saat di sekolah dan di masyarakat," kata Gubenur DIY itu.

Sultan juga mengatakan pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan di sekolah agar anak dapat mandiri tidak hanya mengikuti kebiasaan ikut-ikutan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noorhartanto mengatakan setuju jika sistem masuk sekolah lima hari sepekan bertujuan untuk menangani permasalahan kekerasan pada murid. Namun ia tidak setuju jika selama satu hari penuh pembelajaran berlangsung di dalam kelas.

"Namun ini juga menjadi tuntutan bagi guru untuk menciptakan pola kreativitas guru di kelas, saya juga tidak setuju jika 8 jam belajar di ruangan, proses pembelajaran harus lebih detilkan lagi khususnya pembelajaran masyarakat.

Meski demikian ia menekankan penerapan sekolah lima hari ini juga perlu ada pertimbangan geografis juga. Khususnya sekolah Yogyakarta di daerah pinggiran tidak bisa serta-merta mengikuti sistem sekolah yang ada di kota.

"Nanti bakal ada varian dan solusinya, karena ini kaitannya dengan kebutuhan kita untuk mendesain pendidikan karakter bagi peserta didik yang lebih baik," ujarnya optimis.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top