Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

DIY akan terbebas dari demam berdarah melalui nyamuk dengan Wolbachia

Sleman-KoPi| Sri Sultan Hamengku Buwono X optimis Yogyakarta terbebas dari demam berdarah bila pengembangan nyamuk dengan Wolbachia berhasil. Sultan juga merasa puas dengan hasil penelitian nyamuk Aedes Aegypti dengan Wolbachia di fasilitas penelitian Aedes aegypti (EDP) Yogyakarta di insektarium Sekip N 14. Nyamuk dengan Wolbachia ini tengah dikembangkan untuk menangkal Demam Berdarah.

Penelitian dalam pengembangan nyamuk dengan wolbachia ini akan dapat memutus rantai penyebaran virus DBD yang selanjutnya dapat diterapkan di masyarakat Yogyakarta.

"Kami berharap penelitian ini dapat memandulkan nyamuk sehingga tidak menyebarkan DB," ujar Sultan saat diwawancarai di depan gedung penelitian, Selasa (14/2).

Sultan mengatakan untuk 3 tahun, penelitian ini masih dalam tahap identifikasi di dua pedukuhan di Sleman yang sudah berbentuk nyamuk. Sementara di Bantul berbentuk telur. Hasilnya menunjukkan di dua pedukuhan itu ada penurunan kasus DBD.

Peneliti utama EDP-Yogya, Prof. Adi Utarini menjelaskan selama 2 fase percobaan yang sudah berjalan, ada penurunan penyakit DBD di wilayah Bantul dan Sleman. Sehingga Adi menarik kesimpulan semakin banyak Wolbachia pada nyamuk, maka penularannya semakin berkurang.

"Dengan percobaan sekali sudah memberikan hasil yang baik untuk memutus demam berdarah dan mampu menghambat virus dengue," ujarnya dengan antusias.

Penelitian juga melihat apakah ada resiko yang membayangi. Adi mengatakan berdasarkan penelitian tim pakar, pengembangan nyamuk ber-wolbachia minim atau beresiko rendah pada manusia, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.

Untuk saat ini perkembangan nyamuk ber-Wolbachia belum tinggi, sehingga belum bisa memproteksi masyarakat dari demam berdarah secara keseluruhan. Adi menjelaskan untuk wilayah kota Wolbachia pada bulan Januari berjumlah 15%. Sementara untuk total seluruh DIY 60%. Namun, peneliti UGM menargetkan Maret sudah mencapai 80% wilayah nyamuk yang ber-Wolbachia.

Hal ini sejalan juga dengan harapan Sri Sultan Hamengkubuwono untuk tahun 2020 nanti seluruh DIY sudah bisa terlindungi nyamuk-nyamuk ber-Wolbachia.

"Sehingga nantinya seluruh DIY ini bisa dicover nyamuk produksi yang nantinya DIY menjadi minimal jumlah Penderita DBD,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top