Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Diwarnai kericuhan aksi mahasiswa UP45, rektorat menunda men-DO mahasiswanya

Diwarnai kericuhan aksi mahasiswa UP45, rektorat menunda men-DO mahasiswanya

Sleman-KoPi|Mahasiswa Universitas Proklamasi 45 kembali menggelar aksi di depan kampus mereka menjelang jatuh temponya Surat Peringatan DO yang akan menimpa 25 mahasiwa UP45 , Senin (5/6)di Kampus UP 45.

Junaidi Presiden Mahasiswa UP 45 dan salah satu mahasiswa penerima SP DO menyatakan menuntut Rektor UP 45 untuk mencabut SP DO dan mencabut surat edaran yang dinilai membungkam suara mahasiswa.

"Target hari ini adalah membuka ruang-ruang demokrasi yang didalam surat edaran dicantumkan ketentuan tidak boleh menggelar aksi, dan semua kegiatan berbau demo lainnya," katanya.

Aksi berlangsung cukup tegang, selain waktu jatuh tempo yang cukup dekat,pihak Kampus enggan untuk menemui mahasiswa yang terasa kurang kondusif setelah pihak kampus menggelar audiensi bersama ORI terkait SP DO untuk mahasiswa.

Setelah menggelar aksi di depan pintu masuk kampus UP 45, mahasiswa pun bergerak maju ke depan kantor rektorat untuk meminta statement dari rektor terkait tanggapan Rektor pada aksi dan hasil audiensi ORI.

Namun rektor terpilih UP45, Bambang irjanto tak kunjung keluar dari kantor dan puluhan mahasiswa tertahan oleh pihak security yang berjumlah belasan di depan kantor rektorat.

Dalam aksi ini diwarnai dengan bentrokan antara mahasiswa dan pihak keamanan kampus dan mengakibatkan Lufti Haryo, salah seorang petugas keamanan terluka mata dan kakinya. Mahasiswa dalam insiden ini juga berhasil mendobrak pintu rektorat untuk memaksa bertemu dengan rektor.

Sementara itu Paula Elizabeth, Humas UP45 mengatakan pihaknya menunda keputusan DO mahasiswa pada hari ini. Paula Elizabeth mengatakan penundaan itu karena ORI berencana menggelar upaya mediasi lanjutan yang akan dihadiri mahasiswa dan pihak kampus.

"Sampai waktu mediasi tersebut,mahasiswa yang dijatuhi SP DO belum ditetapkan DO,"katanya saat ditemui pasca kericuhan di Kampus UP45.

Menurut Paula, mediasi dua pihak ini akan diadakan satu minggu lagi dan digelar di Kantor ORI DIY. Sementara topik utama dari mediasi ini adalah pembicaraan SP DO mahasiswa.

Paula berharap proses mediasi ini dapat berlangsung lancar tanpa kericuhan lebih lanjut. Pihak kampus tidak ingin mahasiswa terkena DO dan situasi belajar mengajar dapat kembali normal. Demikian Paula Elizabeth mengatakan.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top