Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Dana yang diberikan untuk Simfoni Keistimewaan menurun

Jogja-KoPi| Erlina Hidayati, Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Disbud DIY, mengatakan bahwa Simfoni Keistimewaan kali ini mendapatkan Dana Keistimewaan yang lebih rendah dari tahun kemarin, saat diwawancarai dalam Jumpa Pers Simfoni Keistimewaan, bertempat di Pendopo Disbud DIY, Selasa (14/2).

“Dana Keistimewaan yang kami dapatkan lebih rendah dari tahun kemarin. Saat ini kami mendapatkan 100 juta lebih sedikit untuk penyelenggaraan simfoni beserta semua persiapan dan pelatihan”, tambahnya.

Menurutnya, pengurangan Dana Keistimewaan dalam Simfoni Keistimewaan berdampak tidak adanya workshop dan pameran seperti tahun kemarin. Sehingga pada Simfoni Keistimewaan tahun ini tidak menggunakan workshop dan pameran yang dilakukan sebelum acara inti Simfoni.

“Simfoni Keistimewaan kali ini tidak mengadakan workshop dan pameran, dana keistimewaan yang dialokasikan tidak cukup untuk itu”, jelas Erlina Hidayati.

Pengurangan dana keistimewaan ini menurutnya dikarenakan pemerintah DIY sedang mengalokasikan dananya untuk pembangunan Bandara di Kulon Progo yang menjadi program utama saat ini. Sehingga, program dukungan lainnya seperti Simfoni Keistimewaan mengalami penurunan.

Di sisi lain, Dinas Kebudayaan DIY berharap, Simfoni Keistimewaan ini dapat menjadi agenda tahunan dengan Dana Keistimewaan. “Kami berharap Simfoni Keistimewaan menjadi agenda rutin tahunan dengan dana keistimewaan, bukan malah dihilangkan. Sebab, kesenian yang berkemabang di Jogja bukan hanya seni tradisi seperti wayang kulit, ketoprak, dan karawitan, tapi musik orkestra juga perlu diperhatikan,” harap Erlina Hidayati.

back to top