Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Civitas akademika UGM melawan keras aksi terorisme di Indonesia.

Sleman-KoPi| Puluhan Civitas Akademika dan Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan sikap melawan keras aksi terorisme di NKRI. Sikap ini merespon dari aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob, beberapa gereja di Surabaya beberapa waktu lalu serta  serangan bom di Mapolres Surabaya, Senin pagi (14/5).
 
Para dosen dan civitas akademika UGM pun mengecam keras aksi terorisme tersebut yang telah menimbulkan korban jiwa, korban luka-luka, berbagai kerusakan, dan trauma di masyarakat. Sikap yang diambil UGM pun tertuang dalam sembilan sikap yang berisikan kecaman pada segala bentuk aksi terorisme.
 
"Berkaitan dengan serangan teroris pagi ini, kami para dosen UGM dengan ini mengecam sangat keras serangan teroris seperti halnya kami juga mengecam sangat keras setiap bentuk serangan teroris sebelumnya. Cukup sudah serangan terorisme di negeri ini. Kami para dosen UGM mengajak semua pihak untuk aktif mencegah dan melawan segala bentuk terorisme, dimulai dari lingkungan di sekitar kita," ujar Guru besar FISPOL UGM, Prof.Dr. Susetiawan, S.U di Balai Rung UGM.
 
Mewakili perkumpulan dosen UGM berintegritas, Susetiawan juga menyampaikan setidaknya ada 421 Dosen ikut bersimpatik pada korban terorisme dan ikut mengambil sikap melawan aksi terorisme. Pihaknya pun mendukung langkah pimpinan UGM untuk mengentaskan benih-benih terorisme di kalangan civitas UGM
 
"Kami mendukung pimpinan UGM untuk mencegah kampus dari benih-benih terorisme di semua kalangan civitas akademika. Kami juga mendukung pimpinan UGM untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif, antara lain melalui pengembangan kurikulum anti terorisme, pro perdamaian, dan pluralisme," tambahnya.
 
Dari perwakilan pimpinan UGM, Prof. Dr. Ir Djagal Wiseso Marseno, M. Agr sebelumnya sudah melakukan satu kegiatan rapat terbatas untuk merespon aksi terorisme. Sembilan sikap tersebut adalah hasil rapat pimpinan UGM. Pihaknya juga mengungkapkan rasa keprihatinan dan bela sungkawa kepada korban aksi terorisme di Mako Brimob dan di Surabaya.
 
"Betul-betul kami merasa sangat prihatin dan mengecam keras situasi yang akhir-akhir ini berkembang Indonesia," imbuh Djagal.
 
Dari pihak Mahasiswa, Ketua pengurus Himpunan Mahasiswa pascasarjana UGM, Zaidan Zikri juga mendukung sikap dosen dan institusi yang mengecam aksi terorisme. Setidaknya ada tiga pernyataan sikap yang disampaikan olehnya sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme. 
 
Pertama, pihaknya mengutuk keras aksi pengeboman tindakan tersebut karena dinilai sebagai tindakan yang tidak manusiawi. Kedua,  Zikri mengharapkan jajaran polisi segera menangkap dan mengusut secara tuntas para pelaku dan aktor dibalik terjadinya tindakan pengeboman. Ketiga, Zikri mengajak setiap elemen bangsa terutama mahasiswa untuk bersatu melawan terorisme bersama-sama. 
 
"Mari kita menjaga keamanan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Terorisme,"pungkasnya.
back to top