Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bupati Kulon Progo tandatangani nota kesepakatan pengarusutamaan difabel

Bupati Kulon Progo tandatangani nota kesepakatan pengarusutamaan difabel

KulonProgo-KoPi| Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan menandatangani nota kesepakatan kerja sama dengan Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (SIGAB) terkait program rintisan desa inklusi pada Selasa (12/04 di Gedung Kaca Kompleks Pemerintah Daerah Kulon Progo, Jalan Perwakilan no 1 Kulon Progo. Nota kesepakatan tersebut akan menjadi awal sosialisasi pembangunan desa yang inklusif dan replikasi desa lainnya di Kabupaten Kulon Progo.

SIGAB dengan didukung oleh Kementerian Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) melalui Program Peduli menjalankan Rintisan Desa Inklusi sejak Juni 2015. Rintisan Desa Inklusi ini berjalan di delapan desa di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dua desa di Kabupaten Sleman, yaitu Desa Sendangtirto dan Sendangadi, sementara enam desa ada di Kabupaten Kulon Progo yaitu Desa Ngentakrejo, Wahyuharjo, Gulurejo, Jatirejo, Bumirejo, dan Sidorejo, Program yang sudah dimulai sejak Bulan Juni 2015 ini bertujuan mempromosikan inklusi sosial berupa penerimaan, keterlibatan dan partisipasi difabel dalam kehidupan bermasyarakat.

Diawali dengan melakukan pemetaan wilayah dan penilaian kondisi difabel dan desa secara umum, Program RINDI terus bergerak tidak sebatas menjalankan program, melainkan lebih pada gerakan sosial difabel di desa.
Program ini melibatkan aktivis difabel di masing-masing desa rintisan yang mengadvokasi pembangunan desa yang lebih inklusif dengan memasukkan perspektif difabel di dalam proses pembuatan kebijakan desa. Setelah melalui serangkaian diskusi, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo akan mereplikasi secara luas konsep Rintisan Desa Inklusi ini.

Pertemuan penandatanganan oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, nota kesepakatan ini menjadi langkah awal Kabupaten Kulon Progo dan SIGAB untuk bekerja sama sekaligus melakukan sosialisasi Rintisan Desa Inklusi.

Forum tersebut nantinya juga akan menjadi ajang perkenalan Rintisan Desa Inklusi kepada satuan kerja pemerintah daerah, sekaligus mendorong forum sharing antar pengambil kebijakan Kabupaten Kulon Progo. Pertemuan ini juga akan mengujicoba salah satu program Rintisan Desa Inklusi yaitu Sistem Informasi Desa Sistem Informasi Desa yang inklusif dan berperspektif difabel nantinya akan menjadi rujukan desa dalam membuat kebijakan berdasarkan data yang lengkap, terbaru, dan menyertakan difabel di dalamnya.

back to top