Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

Jogja-KoPi| Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyampaikan bahwa Gunung Merapi saat ini baru menuju awal proses magmatis. 

 

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida setelah temuan di laboratorium yang menemukan adanya material baru berunsur magmatis. Material inipun terlontar lewat abu vulkanik usai erupsi di tanggal 21 Mei lalu.

"Jadi tanggal 21 Mei didominasi hasil materialnya itu magmatis. Ini adalah proses magmatis, tapi masih sangat awal dan baru menuju proses magmatis," ujar Hanik saat jumpa Pers di Kantor BPPTKG, Jumat (25/4).

Hanik pun menjelaskan kejadian magmatis atau naiknya magma ke permukaan gunung, masih belum terlihat begitu jelas. Pasalnya, BPPTKG belum melihat adanya indikasi lain yang menunjukkan gejala Merapi seolah akan  mengalami proses magmatis besar. Proses magmatis ini sering publik mengintrepretasikan sebagai tanda akan adanya letusan besar. 

"Ini masih belum jelas. Jika memang ada prosss magmatis, maka akan ada proses inflasi, seisimitas yang tinggi, serta gempa vulkanik yang itensif. Namun demikian, angka seisimitas dan vulkanik masih tetap dan juga prosesnya masih deflasi,"tutur Hanik.

Deflasi sendiri adalah kondisi dimana bibir dan corong magma menyempit, mengempis atau memendek dan menekan keluaran material di dalam Gunung.

Sementara analisis di Laboratorium memastikan bahwa Letusan 21 Mei 2018 memang berbeda dengan Letusan 11 Mei 2018. Sampel dari produk Letusan 21 Mei tersusun atas komponen magmatik dan bersifat lebih asam daripada material yang diletuskan tanggal 11 Mei. 

Hal ini mengindikasikan bahwa material produk 21 Mei 2018 adalah material material baru yang berasal dari dalam Gunung Merapi, bukan material material lama yang berada di kawah atau permukaan. 

Material baru ini adalah material dari dalam gunung dengan komponen magmatik seperti silika, N.a dan C.a. Sementara indikasi kuat terjadinya awal mula proses proses magmatis adalah temuankandungan freecrystal didalam gunung hingga 94,74%.

"Sebelumnya (11/5) 34,85%, lalu saat itu (21/5)sudah hampir 95%  Dan juga komposisi silikanya sudah mendominasi material,"tambahnya.

Hanik pun memaparkan dari tanggal 11 hingga 21 Mei itu ada perubahan material basa ke asam di Gunung Merapi. Lanjutnya produk material 21 Mei mirip dengan lava dari  tahun 2006 dan 2010. 

Meski demikian, BPPTKG belum bisa melihat apakah proses magmatis akan meningkat atau menurun seperti di tahun 2006 dan 2010. Namun, mereka memastikan saat ini, ada perubahan karakter magma di Gunung Merapi dibanding saat erupsi besar di tahun 2010 dan 2006. BPPTKG berjanji akan terus memantau dan menyampaikan perkembangan Gunung Merapi jika ada perubahan yang signifikan. 

 

back to top