Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

BMKG himbau warga DIY waspadai cuaca ekstrim Januari hingga April

BMKG himbau warga DIY waspadai cuaca ekstrim Januari hingga April

Sleman-KoPi│Kepala Koordinator Operasional BMKG Sleman, Djoko Budiono, menghimbau masyarakat wilayah Yogyakarta dan sekitarnya agar waspada terhadap cuaca ekstrim antara bulan Januari hingga April 2017, di Kantor BMKG Sleman pada Selasa (10/1).

Peringatan itu terkait dengan terjadinya hujan lebat, angin kencang, dan petir di beberapa daerah di DIY khususnya Sleman beberapa hari yang lalu. Fenemona itu disebabkan oleh Awan Cumulonimbus (CV) yang puncaknya di bulan Januari-Februari.

"Hujan tertinggi secara akumulatif di DIY berada di bulan Januari dan Februari dengan kisaran 400-600mili permeter", jelas Djoko Budiono.

"Awan Cumolonimbus ini adalah suatu awan yang bentuknya vertikal, pembentukannya ke atas dan semakin meninggi. Awan ini mempunyai energi yang cukup kuat dibandingkan awan lainnya", jelasnya.

Djoko Budiono juga menjelaskan kategori angin ekstrim sendiri adalah angin yang memiliki kecepatan di atas 20 Knot dan hujan ekstrim di atas 20, seperti pada kejadian di Sleman, Senin siang, 9 Januari 2017.

"Kecepatan maksimum kemarin siang itu 31 Knot sudah berada diatas kategori batas terendah dari angin kencang, berada dalam kategori ekstrim dan AWS (automotive weather system) menunjukkan hujan kemarin dalam 30 menit berkisar 29 permili dan masuk kategori hujan ekstrim", jelas Djoko Budiono.

Menurut Djoko beberapa wilayah rawan akan terkena dampak dari awan CV yang menghasilkan cuaca ekstrim, seperti Kulonprogo Utara, Bantul, Kota, dan terakhir Sleman Utara yang memiliki peringkat tertinggi untuk daerah yang paling rawan, seperti di Turi, Pakem dan wilayah Utara lainnya.

"Ini karena pembentukan awan Cumulonimbus berada di wilayah Utara , pembentukan paling banyak di daerah sekitar merapi," ungkapnya.

Masyarakat juga dihimbau dapat mengenali Awan Cumulonimbus, sehingga dapat waspada ketika terbentuknya awan ini. Salah satu ciri Awan Cumulonimbus adalah suhu yang panas di pagi hari atau malam.

Djoko Budiono menjelaskan bahwa suhu panas berdampak pada cepatnya penguapan yang pada akhirnya membentuk awan CV. Beberapa ciri lain yang dapat dilihat oleh masyarakat adalah dengan melihat atmosfer, apabila ada awan gelap, bergumpal seperti bunga Kul, dan petir maka ada kemungkinan bahwa Awan CV telah terbentuk.

Djoko Budiono juga menghimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar selalu waspada dengan cuaca ekstrim ini.

"Kami menghimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai waspada terhadap munculnya hujan yang lebat, jika hujan masuk ke sungai maka hujan dapat menguatkan arus. Untuk wilayah dataran tinggi juga terhadap hujan intens yang dapat berpotensi longsor. Dan petir, hindari wilayah terbuka, jauhi pohon karena bisa menghantarkan arus listrik. Sedangkan ketika berada di jalan juga sebaiknya berteduh karena motor terbuat dari besi yang dapat menghantarkan listrik. Perbaiki atap dan potong cabang pohon yang tua." Demikian Djoko Waspodo memperingatkan.

Sementara itu, antisipasi dengan peringatan dini juga dikeluarkan BMKG ke beberapa daerah yang akan terkena efek awan CV atau cuaca ekstrim lewat pesan singkat atau media sosial. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top