Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Baznas Sleman berharap zakat PNS dikuatkan dengan Perda

Baznas Sleman berharap zakat PNS dikuatkan dengan Perda

Sleman-KoPi| Kesra BAZNAS, Ihsan, menjelaskan Sleman berada di peringkat terendah dalam penarikan dana zakat. Hal itu disampaikan di dalam pembahasan sharing informasi BAZNAS Setda Sleman, Selasa (24/1).

Ihsan menjelaskan PNS terkena wajib zakat yaitu Zakat Profesi. Zakat Profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi yang dimaksud adalah pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta.

Ihsan menjelaskan semisal, jika seluruh PNS Sleman muslim membayar zakat, maka dana zakat yang terkumpul akan mencapai Rp. 7 miliar per tahun. Sementara saldo yang terkumpul tahun lalu hanya Rp. 2,9.

Menurutnya masih ada dana sekitar 4,1 miliar yang belum terkumpul dan tercatat. Hal ini menurutnya menyebabkan wilayah Sleman masuk peringkat terendah dalam penarikan dana zakat.

Rendahnya zakat profesi di Sleman, menurut Ihsan karena pengingatan soal pembayaran zakat masih berbentuk himbuan. Padahal untuk wilayah Kulonprogo dan Kota, penarikan zakat sudah diwajibkan. Sehingga, untuk penarikan dana zakat di wilayah Sleman dirasa kurang efektif.

“Efektif atau belum efektif karena memang beluma ada semacam perintah masih himbuan, berbeda dengan Kulonprogo atau kotamadya, Sleman dirasa masih stagnan karena tidak ada kepastian,” jelasnya.

Sementara itu, Kriswanto, pimpinan BAZNAS, mengatakan alasan kenapa PNS tidak membayar karena mereka sudah membayar sendiri tanpa BAZNAS. BAZNAS menjadi kesulitan unuk mencatat siapa saja yang sudah membayar zakat.

“Yang mungkin mereka berfikiran dirumah sudah membayar zakat entah kepada saudaranya atau lembaganya, ya jadi kita tidak bisa mengecek dan mencatat,”duganya.

Ihsan menambahkan seyogyanya untuk wajib zakat agar bisa masuk Peraturan Daerah (Perda). Beberapa upaya juga dilakukan BAZNAS Sleman untuk meningkatkan kesadaran PNS untuk membayar zakat, salah satunya dengan Sosialisasi dan melalui Pekan Zakat Panutan.

“Harapan kami dari Kesra, kami akan membuat suatu kegiatan sosialisasi lagi, kemudian menggunakan panutan zakat, yang akan dilakukan lagi adalah mnegumpulkan instansi-intansi kemudian kita adakan sosialisasi,” tutupnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top