Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Bappeda DIY adakan Rakorda Pengendalian Pembangunan DIY Triwulan I

Bappeda DIY adakan Rakorda Pengendalian Pembangunan DIY Triwulan I

Jogja-KoPi|Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I tahun 2017 DIY,di Gedung Inna Garuda, Rabu (19/4).

Dalam forum ini Bappeda memaparkan hasil pelaksanaan pembangunan Triwulan I dari Januari-Maret 2017.

Selama masa Triwulan I, Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto melaporkan perkembangan pembangunan daerah yang berupa fisik dan kinerja keuangan masih belum mendekati target triwulan. Seperti progress fisik masih 22% dari target awal 24% dan kinerja keuangan 11,8% dari target awal 18%.

"Progress fisik dari Triwulan I itu 20% dari target awal 22%, sementara kinerja keuangan 11,2% dari targetnya 18%, kinerja lembaga terbaik dicapai oleh Inspektorat DIY, sementara kinerja terendah yaitu Disdikpora DIY,"ujar Tavip.

Tavip mengatakan pembangunan fisik di Triwulan I ini tidak terlalu besar deviasinya yaitu 2%, namun untuk kinerja pada keuangan jauh lebih besar dengan jarak deviasi hampir 7%.

Menurutnya penyebab perbedaan ini karena kegiatan yang mundur dari rencana semula yang dirancang pada awal tahun, perubahan anggaran yang menyesuaikan keadaan dari kebutuhan, keterhambatan pencairan dana, alokasi anggaran kas dan keterlambatan SPJ.

"Dari penyebab inilah perlu kita evaluasi kembali terkait persiapan program dan kegiatan triwulan ke dua", lanjutnya.

Rakor pengendalian pembangunan ini memang secara rutin diadakan tiga bulanan selama 1 tahun penuh. Tujuannya sendiri agar setiap kegiatan dan anggaran APBD dapat terekam dan terevaluasi untuk triwulan lanjutan hingga mencapai Triwulan 4.

Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap dengan evaluasi dan perbaikan kerja pemerintah, akuntabilitas DIY dapat naik ke peringkat dari BB ke A.

Selain itu, ia juga memberikan beberapa arahan terkait persiapan Triwulan II, seperti Kepala SKPD yang harus segera melakukan pemantuan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa serta pelelangan, dan menambahkan anggaran kepada Disdikpora agar program selanjutnya dapat berjalan lebih baik.

Rakor ini juga mengundang Bupati Banyuwangi Azwar Aznnas dengan tujuan agar terjadi proses pertukaran ide dan pemikiran untuk meningkatkan akuntabilitas DIY.

"Semoga dengan sharing pengalaman dengan Bupati Banyuwangi, kita dapat meningkatkan performa dan akuntabilitas Yogyakarta," pungkas Sri Sultan Hamengkubowono X.|Syafiq Syidiq Ardli

back to top