Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bappeda DIY adakan Rakorda Pengendalian Pembangunan DIY Triwulan I

Bappeda DIY adakan Rakorda Pengendalian Pembangunan DIY Triwulan I

Jogja-KoPi|Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan I tahun 2017 DIY,di Gedung Inna Garuda, Rabu (19/4).

Dalam forum ini Bappeda memaparkan hasil pelaksanaan pembangunan Triwulan I dari Januari-Maret 2017.

Selama masa Triwulan I, Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto melaporkan perkembangan pembangunan daerah yang berupa fisik dan kinerja keuangan masih belum mendekati target triwulan. Seperti progress fisik masih 22% dari target awal 24% dan kinerja keuangan 11,8% dari target awal 18%.

"Progress fisik dari Triwulan I itu 20% dari target awal 22%, sementara kinerja keuangan 11,2% dari targetnya 18%, kinerja lembaga terbaik dicapai oleh Inspektorat DIY, sementara kinerja terendah yaitu Disdikpora DIY,"ujar Tavip.

Tavip mengatakan pembangunan fisik di Triwulan I ini tidak terlalu besar deviasinya yaitu 2%, namun untuk kinerja pada keuangan jauh lebih besar dengan jarak deviasi hampir 7%.

Menurutnya penyebab perbedaan ini karena kegiatan yang mundur dari rencana semula yang dirancang pada awal tahun, perubahan anggaran yang menyesuaikan keadaan dari kebutuhan, keterhambatan pencairan dana, alokasi anggaran kas dan keterlambatan SPJ.

"Dari penyebab inilah perlu kita evaluasi kembali terkait persiapan program dan kegiatan triwulan ke dua", lanjutnya.

Rakor pengendalian pembangunan ini memang secara rutin diadakan tiga bulanan selama 1 tahun penuh. Tujuannya sendiri agar setiap kegiatan dan anggaran APBD dapat terekam dan terevaluasi untuk triwulan lanjutan hingga mencapai Triwulan 4.

Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X berharap dengan evaluasi dan perbaikan kerja pemerintah, akuntabilitas DIY dapat naik ke peringkat dari BB ke A.

Selain itu, ia juga memberikan beberapa arahan terkait persiapan Triwulan II, seperti Kepala SKPD yang harus segera melakukan pemantuan kegiatan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa serta pelelangan, dan menambahkan anggaran kepada Disdikpora agar program selanjutnya dapat berjalan lebih baik.

Rakor ini juga mengundang Bupati Banyuwangi Azwar Aznnas dengan tujuan agar terjadi proses pertukaran ide dan pemikiran untuk meningkatkan akuntabilitas DIY.

"Semoga dengan sharing pengalaman dengan Bupati Banyuwangi, kita dapat meningkatkan performa dan akuntabilitas Yogyakarta," pungkas Sri Sultan Hamengkubowono X.|Syafiq Syidiq Ardli

back to top