Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

IMG 0504

Magelang-KoPi| Menyambut HUT Kota Magelang ke 1112 dan Hari Bumi Komunitas Kali Bersih Magelang kembali melakukan bakti sosial resik resik kali (8/4). Sasarannya adalah Kali Bening depan Rumah Dinas Walikota, dan sepanjang depan Kyai Langgeng pertigaan Jurangombo, Kali Bening yang tak bening lagi.

Kegiatan yang diikuti oleh berbagai komponen masyarakat seperti relawan kemanusiaan, akademi, pegawai Puskesmas, anggota Armed, serta dinas pemerintahan. Kegiatan mengambil lokasi depan obyek wisata Taman Kyai Langgeng.

Sayangnya kegiatan inikurang disambut warga. Hal tersebut mungkin lebih di sebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya. Terutama sungainya.

Menurut Petrus Widiyatono, Ketua KKBM, sungai menjadi cermin budaya peradaban masyarakat. Maka kesadaran ini harus dipupuk ataupun dipaksakan terhadap warga masyarakat.

"Tidak bisa dikembalikan hanya sampai pada kesadaran semata. Bisa sampai kiamat takbakal sadar, " kata Petrus.

back to top